GOWA – Suasana panas menyelimuti ruang rapat DPRD Kabupaten Gowa hari ini, Selasa (20/2/2024). Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, memilih meninggalkan forum sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD yang tengah berlangsung. Keputusan drastis ini diambilnya lantaran merasa hak-hak konstitusionalnya sebagai kepala daerah tidak dihormati.
Bupati Husniah mengungkapkan kekecewaannya secara gamblang. Ia merasa dirinya tidak diberi kesempatan yang sama dalam menyampaikan klarifikasi. “Saya merasa hak saya sebagai Bupati tidak dihargai di sini,” tegasnya usai meninggalkan ruang sidang. Pernyataan tersebut dilontarkan sesaat setelah dirinya memutuskan untuk tidak melanjutkan partisipasinya dalam agenda penting tersebut.
Agenda sidang yang dihadiri Bupati Gowa adalah lanjutan dari proses hak angket yang digulirkan oleh DPRD. Pembentukan Pansus Hak Angket ini sendiri berawal dari beberapa isu krusial yang berkembang di lingkungan pemerintahan Kabupaten Gowa. Namun, detail spesifik mengenai alasan hak angket tersebut belum sepenuhnya terkuak ke publik.
Ketidakhadiran Bupati Gowa dalam lanjutan sidang ini tentu menimbulkan pertanyaan besar. Pihak DPRD Gowa melalui Pansus Hak Angket berupaya memanggil Bupati untuk memberikan keterangan. Namun, upaya tersebut tampaknya menemui jalan buntu. Bupati Husniah menilai proses yang dijalankan tidak prosedural dan cenderung mengabaikan posisinya.
Menurut Bupati Husniah, ada mekanisme yang seharusnya dijalankan dalam sebuah forum resmi seperti ini. Ia merasa bahwa dirinya tidak mendapatkan porsi yang adil untuk berbicara dan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. “Saya dipanggil untuk memberikan klarifikasi, namun saya tidak diberi kesempatan yang cukup,” keluhnya.
Peristiwa walk out ini menjadi sorotan tajam. Sidang hak angket yang seharusnya menjadi ajang klarifikasi dan pencarian kebenaran justru diwarnai insiden ini. Konsekuensi dari tindakan Bupati Gowa ini belum dapat dipastikan dampaknya terhadap kelanjutan proses hak angket. Pihak DPRD Gowa diprediksi akan segera mengambil langkah selanjutnya terkait absennya kepala daerah mereka.
Beberapa pengamat politik lokal menyebutkan, kejadian ini menunjukkan adanya ketegangan yang cukup dalam antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Gowa. Hubungan kerja yang harmonis menjadi kunci penting bagi jalannya roda pemerintahan yang efektif. Kali ini, hubungan tersebut tampaknya sedang diuji.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak DPRD Gowa mengenai langkah mereka selanjutnya. Namun, yang jelas, keputusan Bupati Gowa untuk meninggalkan sidang telah menambah drama dalam dinamika politik lokal Gowa.
