Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Pertamina Jadi Pionir Transparansi Pajak, Integrasi Data Bersama DJP Beri Bukti Nyata

Oleh Yohanes July 14, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Jakarta – PT Pertamina (Persero) menorehkan sejarah baru dalam upaya transparansi perpajakan di Indonesia. Perusahaan energi pelat merah ini resmi menjadi wajib pajak pertama yang menerapkan integrasi data perpajakan secara langsung dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari program kepatuhan kolaboratif atau Co-operative Compliance yang digagas oleh kedua belah pihak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan perpajakan.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menyambut baik inisiatif Pertamina. Ia menilai, sinergi ini menjadi bukti komitmen Pertamina terhadap kewajiban perpajakan dan transparansi. “Ini adalah langkah maju yang sangat penting. Kami berharap model ini dapat diadopsi oleh wajib pajak besar lainnya,” ujar Suryo.

Integrasi data ini memungkinkan DJP untuk mengakses informasi perpajakan Pertamina secara real-time. Dengan demikian, proses verifikasi dan rekonsiliasi data menjadi lebih cepat dan akurat. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan potensi perbedaan data dan sengketa perpajakan di masa mendatang.

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek operasional kami, termasuk perpajakan,” kata Emma.

Penerapan Co-operative Compliance ini bukan kali pertama bagi Pertamina. Namun, integrasi data secara langsung merupakan level baru dalam kerja sama ini. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan kesiapan Pertamina untuk berbagi data secara lebih mendalam.

Manfaat utama dari integrasi ini adalah kemudahan bagi kedua belah pihak. Bagi DJP, ini mempermudah pengawasan dan pemenuhan kewajiban pajak. Sementara bagi Pertamina, ini dapat memberikan kepastian hukum dan mengurangi beban administrasi perpajakan.

Pertamina berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan besar lainnya di Indonesia. Dengan mendorong transparansi data perpajakan, diharapkan iklim investasi dan kepatuhan pajak di tanah air akan semakin membaik.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor perpajakan. Dengan data yang lebih akurat dan pengawasan yang lebih efektif, potensi kebocoran pajak dapat diminimalisir.

DJP sendiri terus berupaya mendorong wajib pajak untuk meningkatkan kepatuhan melalui berbagai program. Co-operative Compliance dengan integrasi data merupakan salah satu inovasi terbaru yang diharapkan memberikan dampak positif signifikan.

Ke depan, DJP berencana untuk memperluas program serupa ke wajib pajak strategis lainnya. Pertamina menjadi pionir yang membuka jalan bagi era baru transparansi perpajakan di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait