Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, memberikan tanggapan tegas mengenai isu penundaan insentif kendaraan listrik berbasis baterai.
Menurutnya, para produsen otomotif di Indonesia tidak perlu lagi menanti uluran tangan pemerintah.
Ardika menegaskan bahwa tanpa adanya insentif khusus, harga mobil listrik yang ditawarkan di pasar domestik sudah sangat kompetitif.
Pernyataan ini disampaikan oleh Putu Juli Ardika dalam sebuah kesempatan pada pekan ini.
Beliau tidak merinci secara spesifik kapan tepatnya insentif tersebut akan dirilis oleh pemerintah.
Namun, fokus utama Gaikindo saat ini adalah mendorong daya saing produk.
Ardika berargumen bahwa para anggota Gaikindo telah berupaya keras menekan biaya produksi.
Hal ini dilakukan agar harga jual mobil listrik dapat terjangkau oleh masyarakat luas.
Beliau menambahkan bahwa persaingan di segmen kendaraan listrik memang sudah sangat ketat.
Oleh karena itu, produsen dituntut untuk terus berinovasi dalam hal harga dan teknologi.
Menyikapi pertanyaan mengenai lambatnya realisasi insentif, Ardika menyarankan agar pelaku industri tidak terpaku pada hal tersebut.
Fokus utama seharusnya adalah bagaimana membuat produk yang menarik dan terjangkau.
Ardika yakin bahwa dengan strategi yang tepat, mobil listrik akan tetap diminati konsumen.
Beliau juga menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung.
Meskipun masih dalam tahap pengembangan, ketersediaan stasiun pengisian daya terus bertambah.
Hal ini menjadi faktor penting yang turut memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Gaikindo sendiri berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Mereka aktif berdiskusi dengan pemerintah terkait kebijakan yang kondusif.
Namun, penekanan saat ini adalah pada kemandirian industri.
Putu Juli Ardika berharap agar masyarakat dapat melihat potensi besar mobil listrik.
Dengan harga yang semakin bersaing, elektrifikasi transportasi bukan lagi mimpi.
Ini adalah kenyataan yang sedang diupayakan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
Ardika juga mengisyaratkan bahwa ada beberapa model mobil listrik baru yang akan segera diluncurkan.
Peluncuran tersebut diharapkan dapat semakin meramaikan pasar.
Dan tentu saja, menawarkan lebih banyak pilihan kepada konsumen.
Kesiapan industri dalam menghadapi era kendaraan ramah lingkungan terus ditingkatkan.
Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Serta mewujudkan target emisi nol di masa depan.
Ardika menutup pernyataannya dengan optimisme.
Beliau yakin bahwa pasar otomotif Indonesia memiliki potensi besar untuk diadopsi kendaraan listrik.
Terutama jika harga yang ditawarkan sudah sangat kompetitif.
