Ketegangan di Semenanjung Arab kembali memuncak. Milisi Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan balasan berupa tembakan rudal ke wilayah Arab Saudi.
Langkah drastis ini diambil oleh kelompok pemberontak Yaman tersebut sebagai respons langsung terhadap dugaan serangan udara yang menghantam landasan pacu Bandara Internasional Sanaa.
Pihak Houthi menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan bentuk pembelaan diri dan peringatan keras kepada pihak koalisi pimpinan Arab Saudi.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui pernyataan resmi yang disiarkan televisi Al Masirah, mengonfirmasi peluncuran rudal tersebut.
Ia menegaskan bahwa serangan ini menargetkan instalasi militer penting di dalam wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Menurut laporan yang diterima, rudal tersebut berhasil ditembakkan pada Minggu malam, waktu setempat.
Detail mengenai jenis rudal yang digunakan belum diungkapkan secara spesifik oleh pihak Houthi.
Namun, mereka mengklaim rudal tersebut memiliki jangkauan yang memadai untuk mencapai sasaran yang dituju.
Insiden ini menambah daftar panjang eskalasi konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun di Yaman.
Serangan terhadap bandara internasional, yang merupakan salah satu infrastruktur vital sipil, semakin memperburuk situasi kemanusiaan di negara tersebut.
Pihak Houthi menuduh Arab Saudi sengaja menargetkan fasilitas sipil untuk melumpuhkan akses transportasi dan bantuan kemanusiaan.
Tuduhan ini tentu saja belum mendapat konfirmasi independen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Arab Saudi mengenai klaim serangan rudal Houthi maupun insiden di Bandara Internasional Sanaa.
Namun, historisnya, Arab Saudi kerap membantah tuduhan menargetkan warga sipil dan bersikukuh bahwa operasi militer mereka ditujukan kepada target-target militer Houthi.
Peristiwa ini dikhawatirkan akan memicu pembalasan lebih lanjut dari kedua belah pihak.
Komunitas internasional terus menyerukan diakhirinya kekerasan dan dialog damai untuk menyelesaikan konflik Yaman yang berkepanjangan.
Perang saudara di Yaman telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang membutuhkan bantuan pangan dan medis.
Serangan terbaru ini menambah urgensi bagi upaya perdamaian internasional.
Kondisi di Semenanjung Arab secara umum tetap menjadi perhatian utama bagi stabilitas regional dan global.
