Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026 dengan penekanan kuat pada penghapusan praktik perploncoan dan senioritas.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bapak Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa baru.
Beliau menginstruksikan agar setiap sekolah di seluruh Indonesia benar-benar bebas dari segala bentuk perundungan, baik fisik maupun verbal.
Selain itu, praktik senioritas yang kerap menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa takut juga harus dihilangkan sepenuhnya.
Tujuan utama dari MPLS ini adalah untuk memastikan setiap peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif.
Mereka diharapkan dapat merasa diterima, dihargai, dan bebas berekspresi tanpa rasa khawatir atau terintimidasi.
Pendekatan yang inklusif menjadi kunci agar seluruh siswa, tanpa memandang latar belakang, dapat mengikuti kegiatan pengenalan sekolah dengan baik.
MPLS 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.
Sekolah memiliki peran sentral dalam membangun karakter siswa yang berintegritas dan menghargai perbedaan.
Hal ini sejalan dengan program prioritas Kemendikbudristek untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Diskusi dan interaksi positif antar siswa dan guru menjadi fokus utama kegiatan ini.
Melalui kegiatan yang terstruktur dan edukatif, siswa baru akan diperkenalkan dengan visi, misi, serta budaya sekolah.
Mereka juga akan mendapatkan informasi mengenai berbagai fasilitas dan kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia.
Pihak sekolah diminta untuk merancang kegiatan MPLS yang kreatif dan mendidik.
Fokusnya adalah pada pengenalan lingkungan, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa.
Komitmen untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak dan bebas dari kekerasan menjadi prioritas utama.
Orang tua siswa juga diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MPLS yang berfokus pada edukasi dan pembentukan karakter.
Dengan demikian, MPLS 2026 diharapkan dapat menjadi awal yang positif bagi perjalanan pendidikan seluruh siswa baru di Indonesia.
