Aktris dan presenter ternama Nadia Mulya menemukan panggilan baru dalam olahraga lari. Hobi yang baru ditekuni ini bahkan membawanya mengenal Hyrox, sebuah disiplin gabungan lari dan latihan beban yang kian digandrungi selebritas.
Ada tiga pilar utama yang menguatkan kecintaan Nadia pada dunia lari. Pertama, ia melihatnya sebagai solusi praktis untuk menjaga kesehatan fisik. Baginya, modal utama untuk hidup bugar tak perlu mahal.
Cukup dengan semangat membara dan sepasang sepatu lari yang nyaman, siapa pun bisa memulai. Lari bukan sekadar bakar kalori, melainkan sarana ampuh melepas penat dan memicu hormon kebahagiaan.
Alasan kedua datang dari perannya sebagai ibu. Nadia ingin menjadi teladan nyata bagi buah hatinya. Ia berkomitmen menyisihkan waktu untuk berolahraga, menunjukkan bahwa kesehatan adalah prioritas utama.
Misi besarnya adalah menanamkan kesadaran gaya hidup sehat sebagai norma dasar bagi generasi penerus. Hal ini ia sampaikan saat sebuah acara di Jakarta pada Minggu, 24 Mei 2026.
Memberikan contoh langsung, menurut Nadia, jauh lebih efektif ketimbang sekadar nasihat. Ia menekankan pentingnya aksi nyata dalam membangun kebiasaan baik.
Ketiga, sisi psikologis dan interaksi dengan lingkungan menjadi daya tarik lari bagi Nadia. Ia menggolongkan diri sebagai pelari ‘watcher’ atau pengamat saat lari santai.
Menikmati pemandangan orang berlalu-lalang dan suasana sekitar memberinya efek endorfin luar biasa. Manfaat lari tak hanya fisik, tapi juga mendalam bagi kesehatan mental.
Momen ini menjadi kesempatan baginya untuk menyegarkan pandangan dan menjernihkan pikiran dari rutinitas padat. Berhenti sejenak mengagumi langit biru atau hijaunya pepohonan mampu mengubah suasana hati.
Kebahagiaan sejati, baginya, seringkali tersembunyi dalam kesederhanaan momen seperti saat berlari. Ia menemukan ketenangan dalam hal-hal kecil yang sering terlewatkan.
Tantangan hidup di kota besar seperti Jakarta sangat dirasakan Nadia. Kesibukan industri hiburan menuntut energi ekstra dan jadwal yang tak pasti.
Kemacetan lalu lintas menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian, terkadang ia harus berpindah lokasi kerja hingga empat kali dalam sehari. Kecepatan hidup perkotaan berpotensi meningkatkan hormon stres.
Lari hadir sebagai penyelamat, memberikan efek ‘endorphin rush’ yang menenangkan. Ia meyakini kesehatan fisik dan mental saling terkait erat.
Banyak penyakit, ia mendengar, berawal dari pikiran yang tidak tenang. Olahraga rutin menjadi benteng pertahanan ampuh menangkal dampak negatif stres, ungkapnya di konferensi pers Great Eastern Women’s Run 2026.
Nadia Mulya juga mendukung penuh gerakan lari dan lingkungan melalui Great Eastern Women’s Run Indonesia 2026. Acara khusus perempuan ini akan digelar Minggu, 16 Agustus 2026 di Senayan Park, Jakarta.
Ajang ini mengusung konsep keberlanjutan menyeluruh, salah satunya dengan penggunaan gelas pakai ulang di setiap titik hidrasi. Tujuannya mengurangi sampah plastik sekali pakai dan menjaga kelestarian alam.
Kolaborasi dengan Rekosistem untuk pengelolaan sampah profesional menjadi nilai tambah acara ini. Konsep ‘end-to-end sustainability’ menjadi fokus utama.
Roy Hendrata Gozalie, Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia, menjelaskan gerakan ini telah sukses di Singapura selama dua dekade. Kini, semangat pemberdayaan perempuan hadir di Indonesia.
Great Eastern Women’s Run ingin menjadi wadah bagi perempuan Indonesia untuk lebih berani. Ajang ini mengajak peserta menjadi lebih sehat, saling menguatkan, serta memberi dampak positif bagi sesama dan lingkungan.
Acara akan berlangsung di Senayan Park, Jakarta, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Dengan tema ‘End-to-End Sustainability & Female Empowerment’, acara ini didukung penuh oleh Rekosistem sebagai mitra pengelolaan sampah.
Dukungan figur publik seperti Nadia Mulya diharapkan dapat menyebarkan pesan pentingnya keseimbangan kesehatan fisik dan mental di kalangan masyarakat urban.
