Monday, 13 July 2026
BREAKING
BERITA

Dieng Beku Akibat Embun Upas, Suhu Terjun Bebas ke -6°C Ancam Pertanian Warga

Oleh Emanuel July 13, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Fenomena embun upas kembali menyelimuti dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, menciptakan pemandangan beku yang menakjubkan namun mengkhawatirkan. Suhu udara dilaporkan anjlok drastis hingga mencapai minus 6 derajat Celsius pada pagi hari ini, menjadikannya titik terendah yang tercatat sepanjang tahun ini di kawasan tersebut.

Kondisi cuaca ekstrem ini tentu saja membawa dampak signifikan. Pihak berwenang dan masyarakat setempat menyoroti potensi ancaman serius terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Dieng. Tanaman pangan, khususnya komoditas unggulan seperti kentang, sangat rentan terhadap paparan suhu beku yang berkepanjangan.

Embun upas, yang secara ilmiah dikenal sebagai frost, terjadi ketika uap air di udara langsung mengkristal menjadi es pada permukaan benda di bawah titik beku. Di Dieng, fenomena ini kerap terjadi saat musim kemarau, terutama pada bulan Juni, Juli, dan Agustus, ketika suhu malam hari bisa sangat dingin.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Catur Subandrio, mengonfirmasi kejadian ini. Ia menyatakan bahwa suhu minus 6 derajat Celsius merupakan rekor terdingin yang dialami Dieng dalam beberapa waktu terakhir. Pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan dampaknya bagi masyarakat.

Ancaman utama dari embun upas ini adalah kerusakan pada jaringan tanaman. Kristal es yang terbentuk dapat merusak sel-sel tumbuhan, menghambat fotosintesis, dan bahkan menyebabkan kematian pada tanaman yang tidak tahan dingin. Petani kentang di Dieng, yang luas lahan tanamnya mencapai ribuan hektare, kini menghadapi ketidakpastian panen.

Jika fenomena ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, kerugian ekonomi diperkirakan akan sangat besar. Harga kentang yang biasanya stabil bisa melonjak akibat kelangkaan pasokan. Selain itu, pendapatan para petani juga akan terpengaruh secara langsung.

Masyarakat Dieng sudah terbiasa menghadapi dinginnya suhu, namun skala keparahan embun upas kali ini membutuhkan perhatian lebih. Upaya mitigasi dan adaptasi terus digalakkan, termasuk penggunaan penutup tanaman atau sistem irigasi tertentu untuk melindungi aset pertanian mereka.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga berencana memberikan imbauan dan edukasi kepada petani mengenai cara-cara terbaik menghadapi kondisi serupa. Koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk memprediksi pola cuaca yang lebih akurat di masa mendatang.

Keindahan embun upas memang menarik wisatawan, namun bagi warga Dieng, fenomena ini lebih sering diartikan sebagai tantangan besar yang harus dihadapi demi kelangsungan hidup dan mata pencaharian mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait