Sunday, 12 July 2026
BREAKING
POLITIK

Dua Polisi Samosir Terjerat Narkoba, Dijemput Polda Sumut

Oleh Danu Ilham July 12, 2026 3 hours lalu 0 komentar

MEDAN – Dunia kepolisian di Sumatera Utara kembali tercoreng. Kali ini, dua personel aktif dari Polres Samosir dilaporkan tertangkap tangan terkait kasus peredaran narkotika jenis sabu.

Penangkapan kedua oknum polisi ini menjadi pukulan telak bagi institusi Polri.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, identitas kedua terduga pelaku adalah Brigadir DW dan Aipda ES.

Mereka diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran barang haram tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, keduanya telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif.

Proses penahanan dilakukan oleh Polda Sumatera Utara.

Langkah ini diambil untuk memastikan penyelidikan berjalan transparan dan profesional.

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan.

Tim investigasi berhasil mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kuat.

Bukti tersebut mengarah pada keterlibatan langsung Brigadir DW dan Aipda ES.

Pihak kepolisian masih terus mendalami sejauh mana keterlibatan keduanya.

Termasuk mengungkap jaringan peredaran sabu yang lebih luas.

Polda Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam memberantas narkoba.

Bahkan, jika pelakunya adalah aparat penegak hukum itu sendiri.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol R.Z. Panca Putra Simanjuntak, sebelumnya telah berulang kali menyatakan perang terhadap narkoba.

Beliau menekankan tidak ada toleransi bagi siapapun yang terlibat.

Termasuk anggota kepolisian yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan.

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa bersih-bersih internal terus dilakukan.

Tujuannya adalah mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri.

Brigadir DW dan Aipda ES kini menghadapi konsekuensi hukum yang serius.

Mereka terancam hukuman berat sesuai dengan Undang-Undang Narkotika.

Proses hukum akan tetap berjalan sesuai koridor yang berlaku.

Polda Sumut berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut seiring perkembangan penyidikan.

Masyarakat diharapkan dapat terus memberikan dukungan dan informasi.

Kerja sama publik sangat penting dalam upaya pemberantasan narkoba.

Terutama di wilayah hukum Sumatera Utara yang luas.

Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh personel Polri.

Agar selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Serta menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum, khususnya narkotika.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait