Tabassum Khan, seorang hakim muslim di India, kini hidup dalam ketakutan setelah menerima ancaman pembunuhan. Ancaman ini muncul sebagai respons atas keputusannya yang menjatuhkan vonis kepada 14 pria Hindu.
Ke-14 pria tersebut terbukti bersalah dalam kasus persekusi yang berujung pada kematian.
Insiden yang memicu kemarahan ini terjadi di negara bagian Rajasthan, India.
Para terdakwa merupakan anggota kelompok yang menamakan diri ‘penjaga sapi’, sebuah gerakan yang kerap melakukan kekerasan terhadap individu yang dituduh menyelundupkan atau menyembelih sapi.
Sapi dianggap sebagai hewan suci oleh umat Hindu di India.
Hakim Khan memimpin persidangan yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Dalam putusan yang dibacakan pada hari Selasa lalu, ia menyatakan ke-14 terdakwa bersalah atas pembunuhan dan persekusi.
Keputusan ini menuai pujian dari kelompok hak asasi manusia.
Namun, di sisi lain, memicu gelombang kemarahan dari pendukung garis keras kelompok ‘penjaga sapi’.
Media sosial menjadi sarana penyaluran amarah tersebut.
Tabassum Khan menjadi sasaran pelecehan daring yang masif.
Ia menerima berbagai komentar bernada kebencian dan ancaman langsung terhadap nyawanya.
Beberapa ancaman bahkan menyertakan detail yang mengkhawatirkan, menunjukkan bahwa para pengancam mengetahui keberadaannya.
Polisi setempat telah meningkatkan penjagaan di kediaman dan kantor hakim Khan.
Investigasi terhadap sumber ancaman daring tersebut juga sedang dilakukan.
Kasus ini kembali menyoroti ketegangan yang ada di India terkait isu agama dan perlindungan hewan.
Hakim Khan, melalui putusannya, menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Ia menunjukkan keberanian dalam menghadapi tekanan dari berbagai pihak.
Komunitas hukum dan kelompok masyarakat sipil menyuarakan keprihatinan mereka atas keselamatan hakim.
Mereka mendesak pihak berwenang untuk segera menangkap pelaku ancaman.
Tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap aparat penegak hukum tidak dapat ditoleransi.
Keadilan bagi korban persekusi harus tetap ditegakkan.
Situasi ini menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi oleh para hakim di India.
Mereka seringkali harus membuat keputusan sulit di tengah masyarakat yang terpolarisasi.
Keterlibatan kelompok ‘penjaga sapi’ dalam kekerasan telah menjadi perhatian internasional.
Banyak kasus serupa terjadi di berbagai wilayah India.
Pemerintah India diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk mengendalikan kelompok-kelompok radikal tersebut.
Perlindungan terhadap minoritas dan penegakan supremasi hukum menjadi prioritas utama.
Keputusan hakim Khan adalah langkah penting menuju keadilan.
Namun, ancaman yang dihadapinya menunjukkan bahwa perjuangan masih panjang.
Masyarakat internasional terus memantau perkembangan kasus ini.
Harapannya, Tabassum Khan dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tanpa rasa takut.
Keberaniannya patut diapresiasi.
Semoga keadilan selalu menang.
