Saturday, 11 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Operasi Latarjet: Hasil Memuaskan Baik untuk Kasus Baru Maupun Rekonstruksi

Oleh Rini Widiyarti July 11, 2026 3 hours lalu 0 komentar

SEATTLE – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa prosedur operasi Latarjet, baik yang dilakukan pertama kali maupun sebagai tindakan revisi, memberikan hasil yang serupa dan positif bagi atlet yang mengalami cedera bahu.

Penelitian ini membandingkan efektivitas operasi Latarjet primer dengan operasi Latarjet revisi.

Hasilnya, kedua jenis operasi ini menunjukkan kesamaan dalam mengatasi kehilangan tulang glenoid.

Perbandingan juga mencakup insiden subluksasi dan dislokasi bahu yang berulang.

Selain itu, tingkat keberhasilan dalam melakukan revisi operasi dan kembalinya atlet ke olahraga kontak juga serupa.

Temuan ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Orthopaedic Society for Sports Medicine di Seattle.

Dr. Julie Bishop, Kepala Divisi Bedah Bahu di The Ohio State University, memaparkan temuan tersebut.

Menurut Dr. Bishop, atlet olahraga kontak memiliki risiko lebih tinggi mengalami ketidakstabilan bahu berulang.

Hal ini sering terjadi setelah prosedur artroskopi sebelumnya.

Oleh karena itu, mereka lebih sering memerlukan intervensi bedah.

Penelitian ini menyoroti bahwa operasi Latarjet, bahkan sebagai revisi, tetap menjadi pilihan efektif.

Ini membantu mengembalikan fungsi bahu yang optimal bagi atlet.

Prosedur Latarjet bertujuan untuk menstabilkan sendi bahu.

Ini dilakukan dengan memindahkan sebagian tulang korakoid ke bagian depan glenoid.

Tujuannya adalah untuk memperluas permukaan artikular dan mencegah dislokasi berulang.

Data yang disajikan menunjukkan bahwa pasien yang menjalani operasi Latarjet revisi tidak mengalami penurunan kualitas hasil.

Mereka mencapai tingkat pemulihan yang setara dengan pasien yang menjalani operasi primer.

Implikasi dari temuan ini sangat penting bagi para dokter bedah ortopedi.

Mereka dapat lebih percaya diri dalam merekomendasikan operasi Latarjet revisi.

Ini terutama berlaku bagi atlet olahraga kontak yang mengalami kegagalan prosedur sebelumnya.

Keputusan untuk melakukan revisi Latarjet kini didukung oleh bukti klinis yang kuat.

Kembalinya atlet ke tingkat performa olahraga yang sama menjadi prioritas utama.

Studi ini memberikan optimisme baru dalam penanganan cedera bahu kompleks pada atlet.

Hal ini menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap riwayat cedera pasien.

Pemilihan strategi bedah yang tepat menjadi kunci keberhasilan pemulihan.

Temuan ini diharapkan dapat memandu praktik klinis di masa depan.

Ini juga berpotensi mengurangi angka kekambuhan cedera bahu pada atlet.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait