Saturday, 11 July 2026
BREAKING
DUNIA

Greenland Bukan Jual Beli, Uni Eropa Tegaskan Kedaulatan Milik Denmark

Oleh Heni Maulidya July 11, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Brussels – Uni Eropa (UE) baru-baru ini memberikan tanggapan tegas terkait isu ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikabarkan ingin membeli Greenland. Pihak UE menegaskan bahwa Greenland merupakan wilayah otonom yang memiliki hak penuh atas kepemilikannya, yang saat ini berada di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap manuver politik Trump yang sempat mengemuka ke publik. Trump dikabarkan tertarik untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat. Namun, gagasan ini langsung mendapat penolakan keras dari berbagai pihak.

Meskipun demikian, Uni Eropa memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh mengenai motivasi di balik pernyataan Trump. Fokus utama UE adalah pada prinsip kedaulatan negara dan hak menentukan nasib sendiri bagi suatu wilayah.

“Greenland adalah wilayah otonom Denmark. Kami percaya bahwa keputusan mengenai masa depan Greenland sepenuhnya berada di tangan rakyat Greenland dan pemerintah Denmark,” ujar juru bicara Komisi Eropa, Mina Andreeva, dalam sebuah konferensi pers di Brussels, Belgia, pada Selasa (20/8/2019) waktu setempat.

Andreeva menambahkan bahwa UE memandang Greenland sebagai entitas yang memiliki hak untuk menentukan arahnya sendiri. Setiap diskusi mengenai status kepemilikan Greenland haruslah dilakukan melalui jalur diplomatik yang sesuai dan menghormati prinsip-prinsip internasional.

Sebelumnya, Presiden Trump dilaporkan telah beberapa kali mendiskusikan kemungkinan pembelian Greenland dengan para penasihatnya. Ketertarikan ini muncul karena Greenland memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk mineral langka dan posisi geografis yang strategis.

Namun, usulan ini langsung disambut dingin oleh pemerintah Denmark. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dengan tegas menyatakan bahwa Greenland tidak untuk dijual. Pernyataan ini memperjelas sikap Denmark yang tidak akan pernah mempertimbangkan tawaran akuisisi.

“Greenland bukanlah milik Denmark, melainkan milik Greenland. Saya berharap tidak ada lagi pembicaraan tentang ini,” tegas Frederiksen dalam sebuah wawancara dengan media setempat pada awal Agustus lalu. Sikap tegas ini menunjukkan bahwa kedaulatan Greenland merupakan isu yang sangat sensitif bagi Denmark.

Meskipun UE tidak secara langsung mengomentari keinginan Trump, penegasan mereka terhadap kedaulatan Greenland dan Denmark menunjukkan dukungan terhadap posisi Denmark. Uni Eropa selalu menjunjung tinggi integritas teritorial dan hak menentukan nasib sendiri bagi setiap negara anggota atau wilayah terkait.

Isu ini sempat menjadi sorotan internasional, menimbulkan berbagai analisis mengenai implikasi geopolitik jika Trump benar-benar memaksakan kehendaknya. Namun, dengan respon tegas dari Uni Eropa dan Denmark, potensi akuisisi Greenland oleh AS tampaknya menemui jalan terjal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait