Sebuah narasi yang beredar luas di media sosial mengklaim bahwa miliarder teknologi kenamaan, Elon Musk, akan mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Pernyataan ini muncul di tengah perbincangan publik mengenai program unggulan pemerintah yang rencananya akan diluncurkan.
KPAI secara tegas menyatakan bahwa informasi mengenai Elon Musk yang akan menanggung anggaran MBG adalah tidak benar atau hoaks.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra.
Jasra Putra menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan di masyarakat.
Ia khawatir penyebaran berita bohong semacam ini dapat menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman publik.
Menurut Jasra, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi atau pernyataan apapun dari pihak Elon Musk terkait hal tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu janji kampanye yang diusung oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.
Anggaran program ini diharapkan dapat bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
KPAI berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyaring informasi yang diterima, terutama yang berasal dari media sosial.
Fokus saat ini seharusnya adalah pada bagaimana program MBG dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia.
Pihak KPAI juga mengimbau agar sumber informasi yang kredibel selalu menjadi rujukan utama.
Termasuk pernyataan resmi dari pemerintah atau lembaga terkait mengenai detail pelaksanaan program MBG.
Jasra Putra menambahkan bahwa KPAI akan terus memantau perkembangan program MBG.
Mereka akan memastikan hak-hak anak terlindungi dalam implementasinya.
Penyebaran hoaks terkait pendanaan program prioritas seperti MBG dapat mengganggu agenda penting pemerintah.
Oleh karena itu, klarifikasi dari KPAI ini menjadi sangat krusial.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada klaim yang tidak disertai bukti kuat.
Informasi yang akurat sangat dibutuhkan publik.
Terutama mengenai program yang menyangkut kesejahteraan anak-anak bangsa.
