Friday, 10 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Terbaru: Anak dengan Asma dan Alergi Tak Lebih Berisiko Alami Serangan Jika Pelihara Kucing

Oleh Rini Widiyarti July 10, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Allergy mengungkap temuan menarik terkait kepemilikan kucing pada anak-anak yang menderita asma dan alergi.

Hasil studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal bersama kucing tidak memiliki perbedaan signifikan dalam risiko serangan asma atau tingkat keparahan penyakit mereka.

Penelitian ini melibatkan kohort nasional anak-anak di Swedia yang memiliki riwayat asma dan alergi.

“Kami menemukan bahwa anak-anak yang tinggal bersama kucing memiliki tingkat keparahan asma, frekuensi eksaserbasi, kontrol asma, dan fungsi paru-paru yang serupa,” ujar Resthie R. Putri, MD, PhD, seorang peneliti postdoctoral di Karolinska Institutet.

Temuan ini disampaikan melalui siaran pers resmi dari lembaga penelitian tersebut.

Dalam jangka pendek, paparan terhadap kucing tampaknya tidak memberikan dampak negatif yang berarti pada kondisi asma anak-anak tersebut.

Studi ini menggunakan data dari studi kohort berbasis populasi di Swedia, mencakup sejumlah besar anak dengan kondisi asma dan alergi.

Para peneliti menganalisis berbagai faktor, termasuk riwayat alergi, tingkat keparahan asma, frekuensi kunjungan ke unit gawat darurat karena asma, serta hasil tes fungsi paru-paru.

Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi apakah ada korelasi antara memiliki hewan peliharaan kucing dan memburuknya gejala asma pada populasi anak.

Selama ini, banyak orang tua dengan anak penderita asma merasa khawatir untuk memelihara kucing karena potensi alergen yang terkandung dalam bulunya.

Namun, penelitian ini memberikan perspektif baru yang dapat meredakan kekhawatiran tersebut, setidaknya dalam konteks studi yang dilakukan.

Resthie R. Putri menambahkan bahwa temuan ini penting untuk memberikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat.

“Kami ingin memberikan bukti ilmiah yang jelas, sehingga keputusan mengenai kepemilikan hewan peliharaan dapat dibuat dengan pemahaman yang lebih baik,” katanya.

Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa studi ini bersifat observasional dan dilakukan dalam jangka pendek.

Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas dan jangka waktu yang lebih panjang untuk mengkonfirmasi temuan ini secara definitif.

Faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi asma pada anak, seperti jenis alergen lain, polusi udara, dan riwayat keluarga, juga perlu terus diteliti lebih mendalam.

Secara keseluruhan, studi ini memberikan kabar baik bagi keluarga yang memiliki anak dengan asma dan alergi namun ingin memelihara kucing.

Ini menunjukkan bahwa hubungan antara kepemilikan kucing dan eksaserbasi asma pada anak mungkin tidak sesederhana yang dibayangkan sebelumnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait