Friday, 10 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Viral Chat Pilu: Ayah Tolak Dana Rp10 Ribu untuk Anak Kelaparan Demi Bayi Baru

Oleh Wibowo July 10, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah percakapan WhatsApp yang menyayat hati mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Dalam pesannya, seorang anak perempuan memohon bantuan dana sebesar Rp10 ribu kepada ayahnya untuk membeli nasi. Ia mengaku kelaparan parah setelah seminggu penuh hanya mengonsumsi mi instan.

Kondisi kesehatan anak tersebut dilaporkan memburuk akibat keterbatasan finansial. Ia mengeluhkan rasa perih di perutnya dan berharap sang ayah tergerak untuk membiarkannya makan layak.

Namun, respons yang diterima justru di luar dugaan. Sang ayah menolak mentah-mentah permintaan tersebut dengan alasan yang mengejutkan. Ia menyatakan telah membangun kehidupan baru bersama keluarga dan seorang bayi yang kini menjadi prioritas utamanya.

Menurut sang ayah, seluruh dana yang ada harus dialokasikan untuk kebutuhan sang bayi. Ia bahkan menyarankan putrinya untuk tetap bersyukur meski hanya makan mi instan setiap hari.

Dalam percakapan singkat tersebut, sang ayah juga menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai orang tua dianggap gugur sejak tidak lagi tinggal serumah. Biaya kuliah sang anak pun bukan lagi urusannya, sebab prioritas finansial telah beralih ke keluarga barunya.

Meskipun sang anak mengingatkan bahwa dirinya masih anak kandung yang menjadi tanggung jawab ayahnya, ia tetap teguh pada pendiriannya. Merasa kecewa mendalam, sang anak akhirnya mengirimkan pesan terakhir yang menyentuh hati sebelum memblokir nomor ayahnya.

Pesan penutup sang anak berisi doa agar adik bayinya kelak tidak merasakan pahitnya tumbuh tanpa peran seorang ayah. Unggahan yang pertama kali beredar di akun Instagram @kegobloganunfaedah ini sontak menuai kecaman dari warganet.

Banyak komentar pedas dilayangkan kepada sang ayah yang dinilai menelantarkan anak kandungnya demi kehidupan baru. Beberapa warganet memperingatkan agar sang ayah tidak mencari anaknya di masa tua jika saat ini ia bersikap abai.

Tanggung jawab orang tua, menurut warganet, tidak akan pernah hilang meski terjadi perceraian. Publik merasa prihatin dengan kondisi kesehatan anak yang terpaksa makan mi instan setiap hari.

Di tengah kemarahan publik, sebagian warganet juga meragukan keaslian tangkapan layar percakapan tersebut. Ada dugaan konten itu sengaja dibuat untuk menarik perhatian atau meningkatkan interaksi di media sosial.

Apapun kebenarannya, kasus ini menjadi refleksi penting mengenai kewajiban moral orang tua terhadap anak. Unggahan ini terus dibagikan sebagai pengingat akan dampak psikologis perceraian bagi anak yang ditinggalkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait