Friday, 10 July 2026
BREAKING
DUNIA

Makam Imam Reza Dipadati Pelayat, Iran Berduka Atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi

Oleh Rini Widiyarti July 10, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Kota Mashhad, Iran, menjadi saksi bisu lautan manusia pada hari pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Ribuan warga memadati kompleks Masjid Imam Reza, situs tersuci bagi umat Syiah di Iran, untuk memberikan penghormatan terakhir.

Acara pemakaman ini menandai berakhirnya masa berkabung publik selama enam hari yang diselenggarakan di seluruh penjuru negeri. Suasana haru menyelimuti kota suci tersebut saat jenazah pemimpin spiritual Iran dibawa menuju peristirahatan terakhirnya.

Ayatollah Khomeini, yang wafat pada usia 89 tahun, dimakamkan di dalam kompleks Masjid Imam Reza. Keputusan ini diambil mengingat statusnya sebagai salah satu tokoh paling dihormati dalam sejarah Republik Islam Iran dan sebagai pendiri negara tersebut.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, ulama terkemuka, serta delegasi dari berbagai negara sahabat. Jutaan pelayat tumpah ruah di jalan-jalan utama kota Mashhad sejak pagi, menunjukkan betapa besar pengaruh dan kecintaan rakyat Iran terhadap sosok Ayatollah Khomeini.

Selama masa berkabung, berbagai kegiatan keagamaan dan upacara penghormatan telah digelar di berbagai kota. Bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh institusi pemerintahan dan publik. Media massa Iran secara intensif memberitakan perjalanan hidup dan jasa-jasa almarhum.

Wafatnya Ayatollah Khomeini tentu menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Iran. Beliau dikenal sebagai arsitek Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 dan memegang peran sentral dalam membentuk arah politik dan keagamaan negara tersebut selama lebih dari satu dekade.

Kehadiran warga dalam jumlah masif di hari pemakaman ini menegaskan kembali statusnya sebagai tokoh yang sangat dicintai dan dihormati. Makamnya di Masjid Imam Reza kini menjadi salah satu tujuan ziarah penting bagi umat Syiah di seluruh dunia.

Penggantinya sebagai pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pidatonya berjanji akan melanjutkan warisan dan cita-cita almarhum. Transisi kepemimpinan ini diharapkan dapat berjalan lancar, meskipun kehilangan sosok sentral seperti Khomeini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Iran.

Peristiwa ini menjadi penanda penting dalam sejarah Iran modern. Dukacita yang meluas menunjukkan betapa besar dampak kepemimpinan Ayatollah Khomeini terhadap bangsa dan agama. Iran kini memasuki babak baru dalam perjalanannya, dengan kenangan mendalam terhadap pemimpin agung mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait