JAKARTA – Mata uang rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Terbaru, nilai tukar rupiah tercatat menyentuh angka Rp 18.000 per dolar AS.
Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat dan pelaku usaha. Namun, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan sinyal optimisme.
Airlangga menegaskan bahwa meskipun terjadi fluktuasi nilai tukar, fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan masih berada dalam kondisi yang kuat dan stabil.
Pernyataan ini disampaikan Airlangga dalam sebuah kesempatan yang membahas kondisi terkini perekonomian nasional. Ia menggarisbawahi bahwa pelemahan rupiah tidak serta merta mencerminkan rapuhnya struktur ekonomi bangsa.
Menurut Airlangga, ada berbagai faktor eksternal yang turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah saat ini. Namun, ia yakin bahwa kebijakan yang telah dan akan terus diambil pemerintah mampu menjaga stabilitas makroekonomi.
Ia merujuk pada indikator-indikator ekonomi yang masih menunjukkan performa positif. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi yang terkendali, serta posisi neraca perdagangan yang surplus menjadi beberapa bukti ketahanan ekonomi Indonesia.
“Kita melihat bahwa fundamental ekonomi kita tetap kokoh. Ada tantangan global yang memang memengaruhi semua mata uang emerging market, termasuk rupiah,” ujar Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi. Koordinasi antarlembaga terkait terus ditingkatkan untuk merespons dinamika pasar global secara efektif.
Tujuannya adalah untuk meminimalkan dampak negatif pelemahan nilai tukar terhadap aktivitas ekonomi domestik, terutama bagi UMKM dan daya beli masyarakat.
Airlangga juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Kebijakan yang transparan dan pro-pertumbuhan diharapkan dapat terus menarik investasi.
Dengan fundamental yang kuat, Airlangga meyakini Indonesia mampu melewati periode ketidakpastian ekonomi global ini. Ia mengajak semua pihak untuk tetap tenang dan optimis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan demi menjaga kesehatan perekonomian nasional.
