Penyanyi legendaris internasional, Peabo Bryson, telah berpulang pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Kabar duka ini menyelimuti dunia musik global, tak terkecuali bagi diva Indonesia, Vina Panduwinata.
Vina Panduwinata menyimpan kenangan berharga usai berbagi panggung dengan pelantun “A Whole New World” itu belum lama ini. Keduanya tampil bersama dalam konser “The 90’s Intimate” pada 7 Februari 2026.
Melalui akun Instagram pribadinya, Vina Panduwinata tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian Peabo Bryson. Ia mengunggah potongan video penampilan sang legenda di atas panggung.
Mama Ina, sapaan akrab Vina, menyebut kolaborasi di awal tahun tersebut sebagai pengalaman luar biasa. Ia takkan melupakan momen berharga itu dan berterima kasih pada penyelenggara.
Vina memberikan penghormatan terakhir. Ia menganggap Peabo Bryson sebagai ikon musik dunia yang abadi. Karya-karyanya akan terus dikenang penggemar di seluruh dunia.
Ucapan belasungkawa ditutup dengan doa. Vina berharap mendiang beristirahat dalam damai. Ia juga mengirimkan simpati mendalam untuk keluarga dan jutaan penggemar.
Konser “The 90’s Intimate” di Istora Senayan menampilkan tiga legenda musik. Selain Peabo Bryson, hadir pula MLTR dan Jim Brickman.
Peabo Bryson tampil memukau di urutan kedua. Semangatnya membara meski usianya tak lagi muda. Ia sesekali beristirahat namun tak mengurangi kualitas penampilannya.
Penyanyi asal Amerika Serikat itu bahkan turun panggung menyapa penonton. Interaksi hangat ini menciptakan suasana intim dan emosional.
Dalam konser terakhirnya di Jakarta, Peabo Bryson membawakan “I Wish You Love” dan “Show and Tell”. Lagu “If Ever You’re in My Arms Again” disambut koor penonton.
Kolaborasi ikoniknya bersama Vina Panduwinata dalam “Tonight I Celebrate My Love for You” menjadi momen spesial. “King of Sorrow” juga dibawakan dengan memukau.
Dua lagu tema Disney klasik, “Beauty and the Beast” dan “A Whole New World”, menutup penampilannya. Aransemen musiknya tetap memikat, membangkitkan nostalgia era 90-an.
Di sela penampilannya, Peabo Bryson berbagi pandangan hidup inspiratif. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati meminta maaf dalam hubungan.
Ia juga memotivasi penonton menghadapi kesulitan hidup. Peabo mengingatkan bahwa setiap badai pasti ada jalan keluar jika mau berjuang.
Peabo Bryson mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan strok. Penyakit itu menyerangnya pada akhir Mei 2026.
Keluarga telah mengonfirmasi resmi. Peabo Bryson berpulang dalam kondisi tenang didampingi orang terkasih. Ia aktif di musik lebih dari lima dekade.
Suara emas Peabo Bryson telah menjadi latar momen indah banyak orang. Musiknya melintasi generasi dan menyentuh hati.
Karyanya akan terus menginspirasi penyanyi muda. Peabo Bryson bukan sekadar penyanyi, ia adalah penyampai emosi.
Dunia kehilangan talenta terbaiknya. Melodi dan suaranya akan tetap bergema. Selamat jalan Peabo Bryson, karyamu abadi di hati pecinta musik.
