Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa daging sapi lebih dikenal dengan sebutan ‘beef’ ketimbang ‘cow’? Ternyata, di balik pemilihan kata ini tersimpan kisah menarik.
Jawaban atas pertanyaan sederhana ini berakar kuat pada sejarah Inggris di abad pertengahan. Perang, pergeseran bahasa, dan stratifikasi sosial menjadi kunci utamanya.
Perbedaan antara ‘cow’ dan ‘beef’ mencerminkan pembagian kelas yang tajam di masa lampau. ‘Cow’ merujuk pada hewan hidup yang biasanya diternakkan oleh kaum bangsawan dan pemilik tanah.
Sementara itu, ‘beef’ berasal dari bahasa Prancis kuno, ‘boeuf’. Kata ini diadopsi oleh kaum Norman yang menguasai Inggris setelah invasi tahun 1066.
Para bangsawan Prancis yang berbahasa Norman inilah yang seringkali menikmati hidangan daging sapi. Mereka mengadopsi istilah Prancis untuk daging hewan.
Sebaliknya, para petani dan pekerja yang berbahasa Inggris sehari-hari tetap menggunakan istilah asli untuk hewan hidup, yaitu ‘cow’ atau ‘ox’.
Fenomena ini juga terjadi pada hewan ternak lain. Daging babi disebut ‘pork’ (dari bahasa Prancis ‘porc’), sementara hewan hidupnya disebut ‘pig’.
Daging domba dikenal sebagai ‘mutton’ (dari bahasa Prancis ‘mouton’), berbeda dengan hewan hidupnya yang disebut ‘sheep’.
Perbedaan bahasa ini mencerminkan status sosial dan ekonomi. Kaum elit berbahasa Prancis, sementara rakyat jelata berbahasa Inggris.
Seiring waktu, bahasa Inggris berkembang dan menyerap banyak kosakata Prancis. Istilah ‘beef’ untuk daging sapi pun semakin mengakar.
Kini, meskipun perbedaan kelas sosial sudah memudar, warisan bahasa ini tetap lestari. ‘Beef’ menjadi istilah global yang kita kenal untuk daging dari hewan sapi.
Jadi, lain kali Anda memesan steak ‘beef’, ingatlah bahwa Anda sedang menikmati hidangan dengan sejarah panjang yang penuh makna.
