Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) pada Selasa, 7 Juli 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program pembangunan 3 juta rumah. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Penyempurnaan pada sistem SLIK ini memungkinkan pembaruan data kredit yang lebih gesit. Akibatnya, proses pengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Hal ini menjadi angin segar bagi mereka yang bercita-cita memiliki hunian sendiri.
Dalam program Squawk Box yang ditayangkan CNBC Indonesia, dijelaskan bahwa optimalisasi SLIK ini merupakan bagian dari komitmen OJK. Tujuannya jelas, yakni mendukung percepatan program sejuta rumah. Ketersediaan data kredit yang akurat dan terbarukan menjadi kunci utama.
SLIK berfungsi sebagai bank data. OJK mengumpulkannya dari berbagai lembaga keuangan. Informasi ini mencakup riwayat kredit debitur. Dengan sistem yang lebih optimal, lembaga keuangan dapat melakukan penilaian risiko kredit secara lebih cepat. Dampaknya, persetujuan kredit menjadi lebih kilat.
Program pembangunan 3 juta rumah sendiri merupakan prioritas pemerintah. Target ini mencakup rumah tapak dan rumah susun. Skema pembiayaan yang mudah diakses menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program ini. Optimalisasi SLIK diharapkan dapat menjembatani kesenjangan tersebut.
Bagi UMKM, akses pembiayaan yang lebih baik juga menjadi fokus utama. Data kredit yang terintegrasi akan membantu UMKM mendapatkan modal usaha. Hal ini krusial untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
Pihak OJK menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, lembaga keuangan, dan masyarakat. Dengan demikian, tujuan untuk menyediakan hunian layak dan mendukung pertumbuhan UMKM dapat tercapai. Kelancaran informasi kredit menjadi fondasi penting dalam ekosistem keuangan yang sehat.
Peluncuran ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akses terhadap perumahan yang terjangkau dan dukungan pembiayaan bagi UMKM adalah pilar penting pembangunan ekonomi berkelanjutan. SLIK yang optimal diharapkan menjadi katalisator utama.











