Mobil Innova Hycross Bermasalah Usai Isi Bioetanol E20, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Emanuel

New Delhi – Keluhan seorang YouTuber di India mengenai mobil Toyota Innova Hycross miliknya yang mengalami masalah setelah mengonsumsi bahan bakar bioetanol E20 akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Toyota. Dugaan awal adanya kerusakan pada kendaraan justru terbentur fakta teknis yang mengungkap biang kerok sebenarnya.

Pemerintah India memang tengah giat mempromosikan penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Namun, implementasinya tak selalu mulus, terutama bagi beberapa pemilik kendaraan. Manish Kashyap, seorang YouTuber dan pemilik Innova Hycross, membagikan pengalamannya yang mencemaskan. Ia mengklaim mobilnya yang baru berumur beberapa bulan dan menempuh jarak sekitar 12.000 km menunjukkan gejala tak normal. Getaran mesin, bunyi ketukan, hingga keluhan kerusakan lainnya ia rasakan.

Dalam unggahan videonya, Kashyap bahkan menunjukkan sampel bahan bakar yang ia ambil dari berbagai titik. Ia menduga ada kandungan etanol yang tidak wajar dan kontaminasi dalam bahan bakar tersebut. Ia mempertanyakan asal-usul kontaminasi tersebut, apakah dari pompa SPBU, kilang minyak, produsen mobil, atau kebijakan pemerintah.

Padahal, Toyota Innova Hycross sendiri telah diklaim mampu menenggak bahan bakar bioetanol hingga E20. Namun, Kashyap tetap bersikukuh bahwa kendaraannya bermasalah meski telah menggunakan bahan bakar yang seharusnya kompatibel. Ia bahkan mengaitkan keluhannya dengan kebijakan pemerintah India terkait transisi ke E20.

Menanggapi keluhan tersebut, Toyota India segera melakukan investigasi mendalam. Hasilnya, Toyota menegaskan bahwa Innova Hycross yang dimaksud memang kendaraan yang dirancang, diuji, dan disertifikasi untuk E20. Namun, hasil investigasi teknis justru menunjukkan bahwa masalah tersebut murni disebabkan oleh kontaminasi pada bahan bakar yang digunakan.

"Berdasarkan penilaian teknis terperinci kami, masalah tersebut disebabkan oleh kontaminasi bahan bakar. Inspeksi kami memastikan tidak ada kerusakan pada komponen kendaraan atau sistem bahan bakarnya," ujar pernyataan resmi Toyota India.

Toyota menjelaskan bahwa tangki bahan bakar dan saluran bahan bakar telah dikuras, dibersihkan, dan diisi ulang dengan bahan bakar E20 standar. Setelah pemeriksaan ulang, kendaraan dinyatakan normal dan dikembalikan kepada pelanggan.

"Oleh karena itu, jelas terlihat bahwa insiden ini tidak terkait dengan penggunaan bahan bakar E20 dan semata-mata disebabkan oleh bahan bakar yang tidak standar dan terkontaminasi," tegas Toyota.

Pihak Toyota mengimbau para pemilik kendaraan untuk selalu mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) resmi dan terpercaya. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kontaminasi atau pemalsuan bahan bakar yang dapat berdampak buruk pada performa kendaraan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All