Investigasi mendalam BBC Eye Investigations telah mengungkap identitas sejumlah petugas dan sipir penjara yang diduga terlibat dalam praktik penyiksaan brutal terhadap warga sipil di wilayah pendudukan Ukraina. Laporan ini menguak sisi gelap sistem penahanan rahasia yang beroperasi di luar jangkauan hukum internasional.
Liudmyla Huseinova, seorang wanita berusia 64 tahun, menjadi salah satu saksi mata yang menceritakan pengalaman mengerikan selama tiga tahun lebih ditahan. Ia diculik pada Oktober 2019 di dekat rumahnya. Liudmyla mengaku melihat Yurii Temerbek, mantan polisi lalu lintas Ukraina yang bergabung dengan separatis pro-Rusia, turut serta dalam penculikannya.
Lebih memilukan lagi, Liudmyla menyaksikan Temerbek hadir saat ia menjadi korban kekerasan seksual di pusat penahanan Izolyatsia yang terkenal kejam. Penyelidikan BBC berhasil mengidentifikasi Temerbek dan dua pria lainnya yang dituduh melakukan kekerasan terhadap tahanan. Mereka kini dilaporkan hidup normal di Rusia dan Ukraina yang diduduki.
Laporan PBB sebelumnya telah menyatakan bahwa penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap warga sipil di fasilitas penahanan ini bersifat "sistematis dan meluas". Saksi mata sering kali menggambarkan adanya pemukulan, sengatan listrik, eksekusi pura-pura, dan kekerasan seksual. PBB sendiri telah memasukkan Rusia ke dalam daftar hitam negara yang dicurigai melakukan kekerasan seksual dalam konflik.
Liudmyla ditangkap karena dituduh memata-matai. Ia dibawa ke Izolyatsia, sebuah pabrik yang diubah menjadi galeri seni, yang kemudian menjadi pusat penyiksaan. Di sana, ia dipaksa berdiri berjam-jam di bawah cahaya terang, sementara suara jeritan mengerikan terdengar dari ruangan lain.
Selain Temerbek, seorang sipir yang dikenal sebagai "Koval" juga dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap Liudmyla. Identitas Koval belum terungkap sepenuhnya.
Penyelidikan BBC yang bekerja sama dengan dua investigator sumber terbuka Ukraina, Bohdan Kosokhatko dan Vladyslav Chyryk, berhasil melacak jejak Temerbek. Ia diketahui memiliki istri, anak perempuan, anak laki-laki, dan cucu yang tinggal di wilayah Rostov, Rusia. Foto-foto lama menunjukkan Temerbek berseragam polisi lalu lintas Ukraina.
Nama lain yang muncul adalah "Yermak", yang diidentifikasi sebagai Ruslan Yeriomichev. Yeriomichev, 46 tahun, juga diduga terlibat dalam perlakuan kejam. Liudmyla melihat foto Yeriomichev yang beredar di media sosial, menunjukkan ia bersama keluarga dan teman-teman dalam liburan, bahkan hingga tahun 2024.
Seorang saksi lain, Oleksii Sivak, seorang pelaut berusia 42 tahun, menceritakan pengalamannya ditahan di Kherson. Ia mengaku mengalami penyiksaan dengan sengatan listrik pada alat kelamin di fasilitas penahanan yang dikelola oleh Andrey Spivak. Spivak, mantan polisi dari Omsk, Rusia, kini juga diburu oleh jaksa Ukraina.
Para penyintas seperti Liudmyla dan Oleksii berharap agar para pelaku dapat diadili. "Bagi saya, keadilan bukanlah balas dendam," ujar Liudmyla. "Saya ingin mereka dihukum sesuai hukum." Laporan ini mengidentifikasi total 93 lokasi penahanan di Ukraina yang diduduki dan 102 di Rusia, banyak di antaranya tidak resmi.











