Penyelidikan atas kematian pesepakbola Sheffield United, Maddy Cusack, mengungkap kesaksian mengejutkan dari pelatihnya, Jonathan Morgan. Morgan dilaporkan memberi tahu Football Association (FA) bahwa Cusack "pada dasarnya adalah pembohong". Kesaksian ini disampaikan dalam sidang inkuisisi dua minggu di Pengadilan Koroner Chesterfield, Senin (17/6/2024).
Maddy Cusack, 27 tahun, ditemukan tak sadarkan diri di rumah keluarganya di Horsley, Derbyshire, pada 20 September 2023. Ayahnya, David, yang menemukannya, dan dinyatakan meninggal pada hari yang sama.
Jonathan Morgan, yang melatih Cusack sejak Februari 2023 di Sheffield United, memberikan keterangan. Ia menjelaskan pernyataannya kepada FA. Menurut Morgan, Cusack "menghilangkan banyak informasi" saat berbicara dengan keluarganya mengenai perilakunya.
Sebelumnya, Grace Riglar, rekan satu tim dan kekasih Cusack, bersaksi. Ia mengaku Cusack merasa "cemas" dengan kehadiran Morgan di klub. Hal ini terkait pengalaman buruk Cusack saat bekerja sama dengan Morgan di Leicester City.
Ibu Maddy, Deborah Cusack, bahkan menyebut Morgan sebagai "musuh bebuyutan" putrinya. Ia mengungkapkan Morgan sempat melontarkan komentar tentang berat badan dan hubungan putrinya. Tujuannya, menurut Deborah, adalah untuk "mengecilkan Maddy" dan mengendalikan.
Keluarga Cusack telah mengirimkan keluhan tertulis ke Sheffield United seminggu setelah kematian Maddy. Keluhan tersebut merinci dugaan masalah hubungan Maddy dengan pelatih klub.
Dalam kesaksiannya, Morgan menyatakan tidak memiliki masalah dengan hubungannya dengan Cusack saat bergabung dengan Sheffield United. Ia juga pernah melepas Cusack saat menjadi pelatih di Leicester City.
Morgan mengakui memberikan keterangan kepada FA terkait hubungannya dengan Cusack. Ia merasa Maddy "tidak menggambarkan secara faktual atau benar" perasaannya. Terkait tuduhan "pembohong", Morgan mengaitkannya dengan Maddy yang dianggapnya "menghilangkan informasi" dari keluarga dan orang lain.
Ia membantah pernah berteriak pada Maddy di Sheffield United maupun Leicester City. Morgan menyebut kepergian Maddy dari Leicester pada jendela transfer Januari bukanlah keinginannya, maupun Maddy.
Mengenai waktu bermain Cusack yang minim, Morgan beralasan Maddy masih dalam pemulihan cedera kaki saat ia pertama kali memilih tim. Meskipun Maddy bermain penuh 90 menit seminggu sebelumnya, Morgan menyatakan ia tidak dipilih karena performa pemain lain.
Morgan menyangkal berusaha "mengecilkan" Maddy dengan tidak memainkannya. Ia menegaskan Maddy sedang dalam pemulihan cedera yang didapat sebelum ia datang.
Terkait pengakuan hubungan Maddy dengan Grace Riglar, Morgan mengaku memintanya. Ia beralasan hubungan di masa lalu dalam tim sering menimbulkan masalah.
Deborah Cusack sebelumnya menyatakan Maddy akan "sangat malu" saat Morgan memanggil kekasihnya, Riglar, "Nyonya Cusack" di depan pemain lain. Morgan membantah hal ini, mengatakan ia hanya berkata "ini dia para pacar". Ia menganggapnya sebagai candaan.
Morgan juga ditanyai soal komentarnya pada Maddy yang "terlalu berotot, terlalu berat di bagian bawah" untuk melakukan sprint. Ia menjelaskan latihan fisik Maddy diubah, dan performa larinya membaik di akhir musim.
Morgan mengamati perubahan perilaku Maddy sejak Agustus 2023. Ia melihat Maddy "kurang ceria, kurang berenergi". Morgan kemudian mengatur pertemuan dengan Maddy pada 4 September dan menghubungi dokter klub. Ia merasa ada sesuatu yang "mengganggu Maddy" dan mungkin membutuhkan bantuan.
Sebelumnya, mantan rekan setim Maddy, Nina Wilson, menyebut kematian Maddy "pasti bisa dicegah". Wilson menambahkan Morgan membuat sejumlah pemain merasa "terasing dan terisolasi". Sidang inkuisisi masih berlanjut.











