Kementerian Sosial (Kemensos) akan segera menyalurkan kembali bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap kedua tahun 2026. Penyaluran yang dijadwalkan pada bulan Juni ini menjadi momen penting bagi jutaan keluarga penerima manfaat, terutama dengan adanya pembaruan basis data terbaru dari pemerintah.
Proses penetapan penerima manfaat kini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru. Pembaruan data ini dilakukan secara komprehensif demi memastikan distribusi bantuan yang lebih akurat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Penyaluran bansos tahap II tahun 2026 ditargetkan rampung pada triwulan kedua tahun ini. Pencairan akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, mengikuti jadwal validasi data di masing-masing daerah. Mekanisme penyaluran tetap melalui dua jalur utama: layanan perbankan melalui Bank Himbara dan melalui PT Pos Indonesia.
Bagi kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus, penyaluran melalui kantor pos akan diprioritaskan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah akses bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun kendala geografis.
Program Keluarga Harapan (PKH) sendiri merupakan bantuan sosial bersyarat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera. Fokusnya mencakup peningkatan akses kesehatan, pendidikan anak, dan kesejahteraan sosial anggota keluarga. Besaran dana bantuan bervariasi sesuai kategori komponen anggota keluarga yang terdaftar dalam DTSEN, dan disalurkan per tahap setiap tiga bulan sekali.
Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako, disalurkan dalam bentuk saldo elektronik. Saldo ini khusus digunakan untuk membeli bahan pangan pokok di mitra resmi pemerintah. Penerima dapat membelanjakannya di e-warong atau agen perbankan resmi yang bekerja sama dengan pemerintah.
Penentuan prioritas penerima bansos menggunakan sistem klasifikasi desil berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Sistem ini memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia ke dalam sepuluh level, mulai dari sangat miskin hingga sangat kaya. Fokus utama penyaluran bansos tahun 2026 menyasar masyarakat pada kategori Desil 1 hingga Desil 4.
Untuk memastikan kelancaran dan transparansi, Kemensos terus melakukan verifikasi data penerima secara berkelanjutan. Masyarakat yang sudah tidak memenuhi syarat akan dihapus dan digantikan oleh keluarga lain yang lebih membutuhkan.
Masyarakat dapat dengan mudah mengecek status kepesertaan bansos secara mandiri melalui situs web resmi Kemensos atau aplikasi mobile "Cek Bansos". Dengan memasukkan NIK, nama lengkap, dan data lain yang relevan, sistem akan menampilkan rincian bantuan yang diterima atau status pendaftaran. Pembaruan data kependudukan secara berkala sangat dianjurkan agar tetap dapat mengakses bantuan sosial dari negara.











