Kabar duka menyelimuti dunia musik internasional. Robert Peapo Bryson, penyanyi legendaris asal Amerika Serikat yang akrab disapa Peabo Bryson, meninggal dunia pada usia 75 tahun. Sang legenda suara emas mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Marietta, Georgia, pada Selasa, 2 Juni 2026. Pihak keluarga mengonfirmasi kepergiannya yang tenang pasca mengalami serangan stroke.
Kehilangan Peabo Bryson menyisakan duka mendalam. Namun, warisan musiknya yang manis dan merdu dipastikan akan terus hidup. Bryson dikenal luas berkat karier panjangnya yang menyentuh hati penggemar lintas generasi.
Nama Peabo Bryson mulai mencuri perhatian pada 1983 lewat kolaborasi apiknya bersama Roberta Flack. Album duet mereka, "Born to Love," melahirkan lagu populer "Tonight I Celebrate My Love."
Puncak kariernya kian meroket saat dipercaya menyanyikan lagu tema film animasi Disney. Melalui karya-karya inilah, ia berhasil meraih penghargaan bergengsi Grammy Awards, mengukuhkan posisinya di jajaran musisi elite dunia.
Sebagai penghormatan, mari kita kenang kembali deretan karya terbaiknya yang tak lekang oleh waktu. Berikut enam lagu paling ikonik Peabo Bryson yang meninggalkan kesan mendalam.
"Beauty and the Beast" (1991) menjadi soundtrack legendaris Disney. Duetnya dengan Celine Dion meraih Piala Grammy pertama bagi keduanya. Lagu ini menjadi tonggak sejarah musik internasional.
Setahun kemudian, Bryson kembali berprestasi lewat "A Whole New World" (1992) dari film "Aladdin." Bersama Regina Belle, lagu ini memukau dunia. Prestasi gemilang, bahkan menggeser lagu Whitney Houston dari puncak tangga lagu Billboard.
Karya solo "If Ever You’re in My Arms Again" (1984) adalah salah satu kesuksesan terbesarnya. Lirik penuh penyesalan dan harapan membawanya ke 10 besar Billboard Hot 100.
"Tonight I Celebrate My Love" (1983), kolaborasi manis dengan Roberta Flack, menjadi salah satu lagu romantis terbaik. Harmoni vokal mereka menciptakan simbol perayaan cinta yang tulus.
Di luar soundtrack, "Can You Stop the Rain" (1991) menonjolkan kemampuan olah vokal Bryson dalam R&B dan soul. Lagu ini menggambarkan kesedihan mendalam dan upaya bangkit dari rasa sakit.
Kolaborasi elegan lainnya tercipta lewat "By the Time This Night Is Over" (1993) bersama Kenny G. Perpaduan vokal lembut dan saksofon melodius menjadikannya hits besar, sering diputar di acara perayaan cinta.
Kontribusi Peabo Bryson dalam industri musik dunia sangatlah besar. Dedikasinya dalam berkarya memberikan warna tersendiri bagi dunia hiburan.
Meski kini telah tiada, kenangan akan Peabo Bryson akan terus hidup melalui setiap bait lagu yang ditinggalkannya. Dunia musik internasional kehilangan salah satu putra terbaiknya yang menginspirasi banyak musisi muda.
Keluarga dan penggemar mendoakan agar sang legenda beristirahat dengan damai. Jejak langkahnya di dunia musik akan tetap menjadi standar kualitas bagi penyanyi balada di masa depan.











