Sutradara 20 Tahun Pecahkan Rekor Box Office Hollywood, Film "Backrooms" Raup Triliunan Rupiah

Wibowo

Hollywood kembali dibuat terkesima oleh talenta muda. Kane Parsons, sutradara berusia 20 tahun, berhasil mencetak sejarah melalui film horor terbarunya, "Backrooms".

Film produksi A24 ini tidak hanya mendominasi tangga box office Amerika Serikat, tetapi juga memecahkan rekor sebagai karya sutradara termuda yang mencapai puncak kesuksesan finansial tersebut.

"Backrooms" secara mengejutkan meraup pendapatan fantastis US$ 81,5 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun pada pekan perdana penayangannya. Angka ini melampaui dua kali lipat perolehan film lain yang tayang bersamaan.

Kesuksesan komersial ini membuktikan daya tarik genre horor psikologis di mata penonton global.

Kane Parsons kini dinobatkan sebagai sutradara termuda dalam sejarah Hollywood yang karyanya memuncaki box office.

Rekor sebelumnya dipegang oleh Josh Trank yang sukses lewat film "Chronicle" pada tahun 2012 di usia 27 tahun.

Pencapaian Kane Parsons semakin istimewa karena ia menjadi sutradara termuda yang bekerja sama dengan A24.

Perjalanan kariernya dimulai dari ranah digital, di mana ia dikenal sebagai kreator konten viral.

Serial pendeknya, "The Backrooms (Found Footage)", menarik perhatian luas berkat atmosfer mencekamnya.

Visual unik Kane inilah yang kemudian menjadi fondasi film layar lebarnya.

Bakatnya dilirik oleh James Wan, produser legendaris di balik "The Conjuring" dan "Insidious".

James Wan mengaku langsung menghubungi Kane secara daring setelah melihat karyanya.

Pendekatan found footage yang digunakan Kane memberikan nuansa berbeda dari film horor konvensional.

Hal ini membuat para produser yakin untuk mengangkat proyek tersebut ke layar lebar.

Kane Parsons sempat dihadapkan pada pilihan sulit di tahun terakhir sekolah menengahnya.

Ia harus menyeimbangkan kewajiban sekolah dengan tawaran kolaborasi besar di Hollywood.

Akhirnya, ia memutuskan untuk menunda studi kuliah demi fokus pada proyek film ini.

Keputusan berani ini terbukti tepat, mengubahnya dari kreator YouTube menjadi sutradara papan atas.

Film "Backrooms" sendiri mengisahkan Clark, diperankan Chiwetel Ejiofor, yang tersesat di dimensi misterius.

Dimensi tersebut berupa ruangan luas berwarna kuning tanpa batas.

Upaya terapisnya, Dr. Mary Kline (Renate Reinsve), untuk mencarinya menambah ketegangan cerita.

Elemen unik film ini mencakup penggunaan audio bahasa Indonesia dari NASA Golden Record.

Dalam salah satu adegan, terdengar ucapan salam dari Ilyas Harun yang berbunyi, "Selamat malam, hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu."

Kehadiran audio berbahasa Indonesia ini memberikan sensasi merinding sekaligus kebanggaan bagi penonton di tanah air.

Dengan segala keunikannya, "Backrooms" bukan sekadar film horor, melainkan fenomena budaya baru di industri sinema.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All