Mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, menuai kecaman keras dari pemerintah setempat. Politisi berusia 84 tahun itu dianggap telah menghina rakyat Afrika Selatan karena kedapatan menemui Ajay Gupta.
Ajay Gupta merupakan pengusaha asal India yang diduga menjadi aktor utama dalam skandal korupsi besar. Kasus yang dikenal dengan sebutan state capture ini telah merugikan negara dalam jumlah yang sangat fantastis.
Kemarahan publik memuncak setelah sebuah foto yang menampilkan pertemuan Zuma dan Ajay Gupta di sebuah kuil di India beredar luas. Foto tersebut pertama kali diunggah oleh media lokal India pekan ini.
Menteri Kabinet Afrika Selatan, Khumbudzo Ntshavheni, melontarkan kritik tajam atas pertemuan tersebut. Ia menilai perilaku Zuma sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap penderitaan rakyat.
Ntshavheni menyebut bahwa tindakan mantan presiden itu seperti menunjukkan jari tengah kepada warga Afrika Selatan. Rakyat dianggap sebagai pihak yang menanggung beban kerugian akibat skandal Gupta bersaudara.
Sebagai informasi, keluarga Gupta dituduh memanfaatkan kedekatan mereka dengan Zuma untuk memengaruhi kebijakan pemerintah. Tuduhan tersebut mencuat sekitar satu dekade lalu saat Zuma masih menjabat.
Keluarga Gupta meninggalkan Afrika Selatan pada 2018 setelah sebuah komisi yudisial mulai menyelidiki dugaan penipuan masif. Meski demikian, pihak Gupta selalu membantah terlibat dalam segala bentuk pelanggaran hukum.
Pihak berwenang Afrika Selatan sempat membatalkan surat perintah penangkapan untuk Ajay Gupta pada 2019. Sementara itu, dua saudara Ajay, yakni Atul dan Rajesh, melarikan diri ke Uni Emirat Arab.
Upaya ekstradisi terhadap Atul dan Rajesh gagal setelah pengadilan di Uni Emirat Arab menolak permintaan pemerintah Afrika Selatan pada 2023.
Zuma sendiri dipaksa turun dari jabatannya pada 2018 karena rentetan dugaan korupsi. Kini, ia memimpin partai uMkhonto weSizwe (MK) dan berencana mencalonkan diri kembali dalam pemilu mendatang.
Ntshavheni menegaskan bahwa keinginan Zuma untuk kembali memimpin negara adalah sebuah aib. Ia menilai langkah politik Zuma pasca-pertemuan itu semakin menunjukkan sikap tidak tahu malu.
Kekesalan pemerintah juga tertuju pada Komisaris Tinggi Afrika Selatan untuk India, Anil Sooklal. Ia dilaporkan ikut mendampingi Zuma dalam pertemuan kontroversial tersebut.
Menteri Hubungan Internasional, Ronald Lamola, menyatakan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi resmi. Pertemuan itu dianggap tidak etis dan mencerminkan adanya kebijakan luar negeri paralel yang dijalankan Zuma.
Hingga saat ini, Zuma tetap bersikeras menyangkal semua tuduhan korupsi yang diarahkan kepadanya. Namun, pertemuan di India tersebut dipastikan akan memperumit posisi politiknya di mata publik Afrika Selatan.











