Jakarta – Mantan istri Andre Taulany, Erin Taulany, kembali menghadapi masalah pelik terkait asisten rumah tangga (ART). Setelah perseteruan dengan mantan ART bernama Herawati alias Hera belum usai, kini ART barunya, Nur Rohmah, mendadak menghilang. Nur memilih kabur dari kediaman Erin dengan cara tak terduga, yaitu melompati pagar rumah.
Aksi kaburnya Nur Rohmah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, Nur memegang peranan krusial dalam kasus hukum yang sedang membelit Erin. Ia sedianya dipersiapkan menjadi saksi kunci yang diharapkan dapat meringankan posisi Erin dalam perseteruan dengan Hera.
Di hadapan awak media, Nur sempat memberikan pembelaan terhadap majikannya. Ia dengan tegas membantah tudingan penganiayaan yang dilayangkan Hera. Namun, keputusan Nur untuk tidak lagi memberikan keterangan lebih lanjut datang secara mengejutkan.
Perempuan yang baru bekerja selama sebulan itu mendadak berubah pikiran. Keputusan sepihak ini sangat disayangkan oleh tim hukum Erin. Pihak kuasa hukum menilai tindakan Nur menghambat proses pembuktian di kepolisian.
Kuasa hukum Erin Taulany, Misyal B Achmad, mengungkapkan hal ini kepada wartawan. Ia menyatakan kepergian Nur secara mendadak sangat merugikan posisi kliennya. Dampaknya terasa baik dalam tahap penyidikan maupun penyelidikan kasus tersebut.
Menurut Erin Taulany, keputusan Nur untuk pergi dipicu oleh tekanan dari keluarganya. Keluarga Nur dilaporkan merasa khawatir jika ia terseret lebih jauh dalam pusaran masalah hukum yang melibatkan bosnya. Erin sebenarnya tidak berniat menghalangi kepulangan Nur.
Ia hanya meminta agar Nur bersabar menunggu ART pengganti datang. Namun, karena izin tersebut tidak segera diberikan, Nur memilih jalan pintas. Ia nekat kabur secara sembunyi-sembunyi dari rumah.
Erin mengaku terkejut mengetahui pegawainya sampai berani memanjat pagar demi meninggalkan rumah tanpa izin. Ia merasa sangat kecewa, terutama dari sisi etika berkomunikasi. Erin menyayangkan sikap Nur yang dianggap tidak profesional.
Padahal, sejak awal diterima bekerja, Nur mendapatkan perlakuan yang sangat baik. Dua ART yang bekerja berdekatan ini justru memberikan beban hukum bagi Erin. Herawati melaporkan Erin atas dugaan penganiayaan. Sementara Nur Rohmah, calon saksi, kabur karena tekanan keluarga.
Tindakan Nur dianggap tidak menyenangkan dan tidak beretika dalam dunia kerja. Hingga kini, tim Erin Taulany masih berupaya menghadapi persoalan hukum ini. Meskipun Nur telah pulang ke kampung halaman, dampak pembatalan kesaksiannya menjadi tantangan besar bagi tim pengacara Erin.











