Padel dan pickleball kini menjadi primadona baru di dunia olahraga raket Indonesia. Sekilas, keduanya memang tampak serupa karena dimainkan di lapangan yang lebih kecil dibandingkan tenis. Namun, ada perbedaan mendasar pada aturan, karakter permainan, hingga perlengkapan yang wajib diketahui pemula.
Padel adalah olahraga yang berasal dari Meksiko dan sering disebut sebagai perpaduan antara tenis serta squash. Olahraga ini dimainkan berpasangan di lapangan tertutup berdinding kaca. Keunikan padel terletak pada pantulan bola yang bisa mengenai dinding. Sistem skornya pun mengadopsi aturan tenis standar.
Di sisi lain, pickleball merupakan perpaduan antara tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Olahraga ini menggunakan bola plastik berlubang atau wiffle ball di lapangan seukuran lapangan bulu tangkis dengan net yang lebih rendah. Karena aturannya sederhana, pickleball sangat digemari oleh berbagai kelompok usia.
Pemilihan raket menjadi kunci utama kenyamanan bermain. Raket padel dirancang tebal dan berat dengan lubang di permukaannya untuk menghasilkan tenaga maksimal. Beratnya berkisar antara 270 hingga 345 gram. Menurut Marco Duarte dari Play Padel Singapore, kualitas raket premium biasanya menggunakan serat karbon 12K atau 18K yang lebih tahan lama serta memiliki sistem anti-getaran untuk melindungi sendi pemain.
Sementara itu, raket pickleball lebih ringan dan dioptimalkan untuk akurasi serta refleks cepat. Dominik Kuhn dari Pickleball Corner Singapore menjelaskan bahwa raket pickleball terbagi menjadi tiga kategori yakni tenaga, kontrol, dan keseimbangan. Untuk pemula, raket tipe seimbang berbahan polimer dengan berat sekitar 224 hingga 235 gram sudah sangat memadai.
Perbedaan juga terletak pada bola yang digunakan. Bola padel lebih kecil dengan tekanan lebih rendah dibanding bola tenis untuk menjaga reli tetap panjang. Sedangkan bola pickleball dibedakan berdasarkan lokasi bermain. Bola untuk luar ruangan lebih keras dan berat dengan 40 lubang kecil, sementara bola dalam ruangan lebih ringan dan lembut dengan 26 lubang besar.
Aspek lapangan pun tidak bisa disepelekan. Lapangan pickleball idealnya menggunakan lantai akrilik agar bola tidak mudah tergelincir. Sebaliknya, lapangan padel biasanya menggunakan rumput sintetis dengan taburan pasir silika untuk memastikan pantulan bola optimal serta menjaga keamanan lutut pemain.
Terakhir, hindari menggunakan sepatu lari untuk kedua olahraga ini. Lim Ee Kiong dari Asosiasi Pickleball Singapura menegaskan bahwa pemain wajib menggunakan sepatu khusus lapangan yang memiliki stabilitas tinggi untuk gerakan menyamping. Sepatu tenis atau bulu tangkis adalah pilihan yang sangat disarankan guna mencegah risiko cedera pergelangan kaki. Memahami detail peralatan ini bukan hanya soal estetika, tetapi investasi penting agar performa di lapangan maksimal dan tubuh tetap terjaga dari risiko cedera.











