Perangi Kejahatan Siber, Telkomsel dan Indosat Siapkan Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik

Rini Widiyarti

Industri telekomunikasi Indonesia bersiap memasuki era baru keamanan data pelanggan. Operator seluler raksasa, Telkomsel dan Indosat, saat ini tengah mematangkan sistem registrasi kartu SIM prabayar dengan menggunakan teknologi biometrik.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memperketat validasi identitas pengguna. Tujuannya jelas, yakni menutup celah bagi pelaku kejahatan siber yang sering menyalahgunakan nomor ponsel palsu untuk aksi penipuan.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Fahmi, menegaskan bahwa perusahaan kini fokus pada penyediaan mekanisme pendaftaran yang aman. Infrastruktur yang dibangun dipastikan telah memenuhi standar ketat perlindungan data pribadi dan keamanan informasi nasional.

Fahmi menyebutkan, registrasi biometrik adalah langkah konkret untuk memastikan setiap nomor terhubung langsung dengan identitas pemilik aslinya. Hal ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang kepada masyarakat saat melakukan komunikasi maupun transaksi digital.

Di pihak lain, Indosat tercatat lebih dulu melakukan inisiatif serupa. Mereka telah mengadopsi pemindaian data biometrik untuk pelanggan baru secara sukarela sejak Maret 2025.

Chief Legal & Regulatory Officer Indosat, Reski, menyatakan sistem keamanan perusahaan telah tersertifikasi standar internasional ISO. Pihaknya mengaku sudah sangat siap menghadapi kebijakan ini karena telah menerapkannya sejak tahun lalu.

Selain biometrik, Indosat juga telah meluncurkan fitur penyaringan pesan dan panggilan yang terindikasi penipuan sejak Agustus 2025. Langkah ini diambil karena masalah spam dan penipuan di industri seluler sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

Reski optimistis bahwa penggunaan teknologi pengenalan wajah akan meminimalisasi praktik penyalahgunaan identitas orang lain. Menurutnya, wajah seseorang merupakan identitas unik yang tidak bisa disalin atau dipalsukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Implementasi teknologi biometrik ini menjadi jawaban atas urgensi perlindungan data di sektor telekomunikasi. Dengan sistem ini, operator berharap penyalahgunaan data kependudukan dapat ditekan secara signifikan.

Langkah adaptasi teknologi ini mencerminkan komitmen industri dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat. Kedepannya, verifikasi biometrik diprediksi akan menjadi standar wajib bagi seluruh pelanggan seluler di Indonesia untuk meningkatkan keamanan nasional dari ancaman kejahatan berbasis digital.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All