Ancaman Baru bagi Netanyahu: Gadi Eisenkot, Sosok Penantang Terkuat di Pemilu Israel

Heni Maulidya

Mantan Kepala Staf Militer Israel, Gadi Eisenkot, kini menjadi sorotan tajam setelah secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Eisenkot menuding Netanyahu sengaja menciptakan narasi bohong mengenai kepemilikan senjata nuklir Iran demi menakut-nakuti publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Eisenkot dalam sebuah konferensi di wilayah Israel tengah pada Rabu (1/7). Ia menegaskan bahwa klaim Netanyahu mengenai Iran yang telah memiliki bom atom adalah hal yang memuakkan dan tidak berdasar pada fakta di lapangan.

Ketegangan ini bermula dari wawancara Netanyahu dengan Channel 14 pada Selasa (30/7). Dalam kesempatan itu, Netanyahu mengklaim dirinya telah menyelamatkan Israel dari kehancuran akibat bom atom yang disebutnya sudah berada di tangan Iran.

Namun, Eisenkot membantah keras klaim tersebut. Ia menilai narasi bahaya nuklir tersebut hanyalah taktik politik Netanyahu untuk mengamankan posisi di tengah sanksi ekonomi yang terus menekan Teheran.

Sejauh ini, belum ada laporan internasional maupun badan pengawas atom dunia, IAEA, yang mengonfirmasi bahwa Iran memiliki senjata nuklir. Sebaliknya, Iran konsisten membantah tuduhan tersebut dan mengklaim program nuklirnya bersifat damai.

Di sisi lain, dunia internasional justru meyakini bahwa Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki persenjataan nuklir, meski pemerintah Tel Aviv tidak pernah mengakuinya secara resmi.

Perseteruan ini memuncak seiring persiapan Israel menuju pemilihan umum dalam beberapa bulan ke depan. Eisenkot yang memimpin Partai Yashar kini muncul sebagai penantang paling serius bagi posisi Netanyahu.

Popularitas Eisenkot meningkat tajam dan menggeser dominasi tokoh lain seperti mantan PM Naftali Bennett. Berdasarkan jajak pendapat Channel 12 awal Juni lalu, sebanyak 38 persen responden menilai Eisenkot lebih layak menjadi perdana menteri dibandingkan Netanyahu yang hanya meraih 27 persen.

Partai Yashar, yang dalam bahasa Ibrani berarti jujur, diproyeksikan mampu meraih 21 kursi di parlemen. Angka ini hanya terpaut tipis dari Partai Likud milik Netanyahu yang diprediksi mendapat 23 kursi.

Melihat ancaman elektoral tersebut, kubu Netanyahu mulai mengubah strategi. Pendukung Likud kini mulai menargetkan Eisenkot dalam kampanye mereka, menandakan bahwa sang mantan panglima militer telah dianggap sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan kekuasaan Netanyahu.

Meskipun sempat diajak bergabung dalam koalisi anti-Netanyahu oleh para politisi lain, Eisenkot memilih untuk tetap maju secara independen. Sikap teguh ini justru memperkuat posisinya di mata pemilih Israel yang menginginkan perubahan kepemimpinan di tengah situasi keamanan kawasan yang kian memanas.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All