Langkah tim nasional Prancis di Piala Dunia 2026 semakin tak terbendung. Skuad asuhan Didier Deschamps sukses memastikan satu tiket ke babak perempat final setelah menundukkan Swedia dengan skor meyakinkan 3-0 dalam laga babak 16 besar yang berlangsung sengit pada Selasa malam waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus menegaskan status Prancis sebagai salah satu kandidat kuat juara dalam turnamen paling bergengsi sejagat tersebut.
Dua gol dari bintang utama Kylian Mbappe serta tambahan satu gol dari Bradley Barcola menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Prancis tampil dominan sejak menit awal, didukung oleh lini serang yang sangat kreatif dan efisien dalam membongkar pertahanan Swedia yang dikenal disiplin.
Berdasarkan laporan dari beinsports.com dan goal.com, kunci kemenangan Prancis terletak pada performa gemilang lini serang mereka. Michael Olise tampil sebagai dirijen permainan dengan menyumbang dua asis krusial. Sementara itu, Ousmane Dembele juga berkontribusi besar dengan satu asis yang memanjakan barisan depan Les Bleus.
Catatan statistik menunjukkan pengaruh besar Olise bagi permainan Prancis. Dengan tambahan dua asis di laga ini, gelandang serang tersebut kini memuncaki daftar pengumpan terbaik turnamen dengan total lima asis. Torehan ini sekaligus menyamai rekor legendaris yang dicatatkan pemain Jerman, Thomas Hassler, pada Piala Dunia 1994.
Di sisi lain, Kylian Mbappe terus menunjukkan ketajamannya di depan gawang lawan. Dua gol yang ia sarangkan ke gawang Swedia membuatnya kini mengoleksi total enam gol di Piala Dunia 2026. Angka tersebut menempatkan Mbappe di posisi teratas dalam perburuan Sepatu Emas, bersaing ketat dengan megabintang Argentina, Lionel Messi.
Momen paling mencuri perhatian dalam laga tersebut terjadi pada menit ke-35 melalui aksi individu Michael Olise. Pemain berusia 24 tahun milik FC Bayern Munich tersebut melakukan tendangan salto spektakuler setelah menerima umpan matang dari kombinasi permainan Mbappe dan Adrien Rabiot. Meskipun bola akhirnya membentur tiang gawang, aksi tersebut memicu decak kagum dari seluruh penjuru stadion.
Para pengamat dan komentator yang hadir di lokasi kejadian bahkan tak ragu memberikan pujian setinggi langit. Komentator radio program Sportschau dari saluran ARD sempat berteriak histeris saat melihat aksi tersebut. S’il marque, ce sera le but de l’année, seru sang komentator, yang berarti jika gol itu tercipta, maka itu akan menjadi gol terbaik tahun ini.
Komentator Magenta, Christian Strassburger, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap nilai estetika permainan Olise. Ia menggambarkan keindahan alur serangan tersebut dengan metafora yang puitis. Menurutnya, skenario yang dibangun di area penalti Swedia nyaris sempurna seperti sebuah mahakarya yang siap diselesaikan.
Suasana di tribun media bahkan sempat mencair ketika jurnalis Swedia yang berada di sekitar area tersebut turut memberikan apresiasi atas peluang emas yang diciptakan Olise. Menurut Strassburger, keindahan permainan Prancis pada momen itu membuat siapa pun yang menyaksikannya—bahkan pendukung lawan—terpaksa memberikan tepuk tangan. Quelle action! Kami duduk di samping jurnalis Swedia dan saat mereka melihat penyelesaian Olise, rasanya seperti menonton televisi Prancis karena mereka pun ikut mengaguminya, ujar Strassburger.
Analis Magenta TV, Jan Henkel, memberikan penilaian teknis yang lebih mendalam mengenai transformasi taktis yang dilakukan Didier Deschamps. Menurutnya, keputusan untuk menggeser Olise ke posisi nomor 10 di area tengah terbukti menjadi kunci keberhasilan Prancis dalam menguasai aliran bola. Henkel menilai kontribusi Olise selama babak pertama bukan sekadar performa biasa, melainkan standar kelas dunia yang sesungguhnya.
Henkel bahkan melontarkan spekulasi menarik terkait masa depan taktis pemain tersebut di level klub. Ia mengaku penasaran bagaimana Bayern Munich akan memanfaatkan fleksibilitas posisi Olise setelah melihat performa impresifnya di ajang internasional ini. Apakah dia akan lebih banyak bermain di tengah atau tetap di sayap, itu akan menjadi pembahasan menarik di masa depan, tambah Henkel.
Kemenangan atas Swedia ini membawa Prancis melangkah lebih dekat menuju trofi juara. Namun, tantangan yang lebih berat sudah menanti di babak perempat final. Prancis dijadwalkan akan berhadapan dengan Paraguay pada Sabtu mendatang pukul 23.00 waktu setempat.
Paraguay bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Skuad asal Amerika Selatan tersebut melaju ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti yang menegangkan. Pertarungan antara taktik pragmatis Prancis dan semangat juang Paraguay diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik di babak delapan besar nanti.
Bagi Didier Deschamps, fokus kini sepenuhnya beralih pada pemulihan fisik pemain dan persiapan taktis untuk menghadapi gaya permainan Amerika Latin yang agresif. Dengan performa lini serang yang sedang berada di puncak performa, publik sepak bola dunia menantikan apakah Prancis mampu mempertahankan dominasi mereka atau justru Paraguay yang akan memberikan kejutan berikutnya. Seluruh mata akan tertuju pada laga hari Sabtu nanti, yang dipastikan akan menjadi ujian nyata bagi ambisi besar Prancis di Piala Dunia 2026.











