Gelaran MotoGP 2026 memasuki babak krusial saat para pembalap bersiap menyambangi salah satu lintasan paling legendaris dalam kalender balap, yakni TT Circuit Assen di Belanda. Usai drama yang tersaji pada seri sebelumnya di Brno, Republik Ceko, atmosfer persaingan perebutan gelar juara dunia diprediksi akan semakin intens. Assen, yang dijuluki sebagai Katedral Kecepatan, kini menjadi panggung utama untuk putaran kesepuluh musim ini, di mana setiap poin yang diraih akan sangat menentukan arah perburuan takhta juara dunia.
Marc Marquez menjadi pusat perhatian utama setelah penampilan impresifnya di Brno. Kemenangan ke-101 dalam kariernya di kelas utama tersebut bukan hanya sekadar tambahan poin, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa sang juara dunia telah kembali ke jalur persaingan. Setelah sempat diragukan usai balapan di Mugello, Marquez kini berada dalam momentum positif, terutama setelah kepastian kontrak baru berdurasi dua tahun bersama Ducati Lenovo Team. Keberhasilannya memangkas selisih poin menjadi 40 angka dari pemimpin klasemen membuat peta persaingan berubah drastis dan menuntut respons cepat dari para rivalnya.
Di kubu Ducati, Francesco Bagnaia juga menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mencatatkan empat kali finis di posisi ketiga secara berturut-turut pada balapan utama, serta meraih kemenangan Sprint pertamanya musim ini. Bagnaia kini hanya terpaut 13 poin dari rekan setimnya, Marquez. Sebagai pemenang di Assen pada edisi 2022, 2023, dan 2024, kepercayaan diri Bagnaia tentu berada di level tertinggi untuk mempertahankan dominasinya di sirkuit tersebut. Sementara itu, Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team masih memegang status sebagai pembalap Ducati dengan posisi terbaik di klasemen sementara, meski ia sempat menyesali awal balapan yang kurang ideal di Brno.
Di sisi lain, tim Aprilia Racing kini berada dalam tekanan besar setelah performa yang kurang memuaskan di seri sebelumnya. Marco Bezzecchi, yang sempat absen akibat hukuman disiplin, bertekad untuk segera bangkit di Assen. Mengingat catatan impresifnya dengan meraih podium ganda di lintasan ini selama dua tahun terakhir, Sirkuit Assen menjadi peluang emas bagi Bezzecchi untuk kembali ke jalur perburuan gelar. Hal serupa dialami Jorge Martin yang finis di posisi kesembilan di Brno akibat penalti Long Lap ganda. Saat ini, hanya ada selisih delapan poin di antara kedua pembalap Aprilia tersebut, namun mereka kini harus lebih waspada terhadap ancaman nyata dari para pembalap Ducati yang mulai merangsek naik.
Kejutan juga berpotensi datang dari Ai Ogura, bintang baru dari SuperFile Trackhouse MotoGP Team. Penampilan impresifnya di Brno, mulai dari meraih pole position perdana hingga finis di posisi kedua, menunjukkan bahwa kemenangan debutnya hanya tinggal menunggu waktu. Rekan setimnya, Raul Fernandez, juga menunjukkan semangat juang tinggi meski harus tampil dalam kondisi fisik yang kurang prima. Jika Fernandez mampu tampil lebih bugar di Belanda, Trackhouse diperkirakan bakal menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam perebutan posisi depan.
Sementara itu, Red Bull KTM Factory Racing tengah berupaya membenahi masalah reliabilitas motor RC16 mereka. Pedro Acosta, yang sempat tampil menjanjikan di Brno sebelum mengalami masalah teknis pada putaran terakhir, menjadi harapan utama tim. Mengingat catatan finis di posisi keempat yang ia raih di Assen tahun lalu, Acosta memiliki potensi besar untuk kembali bertarung di barisan depan jika kendala teknis dapat diatasi. Brad Binder, bersama duo Red Bull KTM Tech3, Enea Bastianini dan Maverick Vinales, juga dituntut untuk menemukan ritme terbaik guna memperbaiki performa mereka di sirkuit yang dikenal sangat teknis ini.
Peningkatan performa juga mulai terlihat dari kubu Honda. Joan Mir mencatatkan hasil positif dengan finis di posisi kelima, sementara Luca Marini berhasil mengamankan posisi delapan besar. Pencapaian ini menjadi sinyal kebangkitan bagi HRC setelah melalui masa-masa sulit sepanjang musim. Kehadiran Diogo Moreira yang menunjukkan progres signifikan di tim Pro Honda LCR, ditambah dengan terus berlanjutnya partisipasi Cal Crutchlow sebagai pengganti Johann Zarco, memberikan optimisme baru bagi kolektif Honda untuk tampil lebih kompetitif di Belanda.
Di sisi lain, Yamaha menghadapi tantangan yang lebih berat. Meski Toprak Razgatlioglu berhasil menambah poin di Brno, hasil kurang maksimal yang diraih Fabio Quartararo dan Alex Rins menjadi catatan evaluasi serius. Jack Miller, yang memiliki sejarah kemenangan di Katedral Kecepatan, diharapkan mampu memberikan dorongan bagi tim untuk bangkit. Dengan karakter sirkuit yang sudah sangat akrab bagi para pembalap, Yamaha berupaya memanfaatkan sesi di Assen untuk melakukan perbaikan signifikan pada YZR-M1 agar bisa bersaing lebih dekat dengan para kompetitornya.
Tissot Grand Prix of the Netherlands di Assen selalu menjanjikan aksi balap yang dramatis dan penuh kejutan. Bagi para penggemar MotoGP, seri kesepuluh ini merupakan momen krusial yang tidak boleh dilewatkan, mengingat ketatnya jarak poin di papan atas klasemen dan motivasi tinggi dari setiap pabrikan untuk membuktikan dominasi mereka. Seluruh mata kini tertuju pada Assen, menantikan siapakah yang akan keluar sebagai pemenang di sirkuit yang penuh dengan nilai sejarah ini dan bagaimana dinamika perebutan gelar juara dunia akan berlanjut ke seri-seri berikutnya.











