Desak Pengusutan Kematian Dokter Icha, Alumni FK Undana Minta Kapolri Bentuk Tim Independen

Heni Maulidya

Kasus kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dokter Icha terus menyita perhatian publik. Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang secara resmi mendesak Mabes Polri untuk turun tangan menangani misteri di balik kepergian sang dokter. Mereka menuntut transparansi penuh dalam proses penyelidikan agar keadilan bagi mendiang dapat ditegakkan.

Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Ikatan Alumni FK Undana dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Undana, Kupang, pada Selasa (30/6/2026). Para kolega dokter Icha menilai bahwa penanganan kasus ini memerlukan atensi khusus dari tingkat pusat mengingat adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat publik dalam rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.

Dokter Bilberton, yang mewakili para alumni, menegaskan bahwa pihaknya meminta Kapolri untuk segera membentuk tim khusus yang bersifat independen. Pembentukan tim ini dinilai krusial untuk memastikan proses hukum berjalan objektif tanpa intervensi pihak mana pun. Selain itu, transparansi hasil penyelidikan menjadi poin utama yang mereka tuntut agar masyarakat luas dapat mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

Kematian dokter Icha diduga kuat berkaitan dengan tekanan psikologis berat atau intimidasi yang ia terima sebelum mengembuskan napas terakhir. Berdasarkan informasi yang berkembang, terdapat indikasi keterlibatan oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara yang diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap korban. Hal inilah yang menjadi dasar kuat bagi rekan-rekan sejawat dokter Icha untuk terus mendorong pihak kepolisian melakukan pengusutan secara komprehensif.

Dalam pernyataan sikapnya, para alumni secara spesifik meminta aparat kepolisian untuk segera memanggil dan memeriksa tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Mereka berharap polisi tidak ragu dalam melakukan pemeriksaan, meskipun pihak yang diduga terlibat memiliki jabatan politik. Integritas penegakan hukum diuji dalam kasus ini, sehingga pemeriksaan terhadap mereka dianggap sebagai langkah kunci untuk mengungkap motif di balik tindakan intimidasi yang diduga memicu depresi atau tekanan pada dokter Icha.

Tidak hanya menyoroti oknum anggota dewan, rekan sejawat lainnya, dokter Eky Gonang, menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap siapa pun yang memiliki keterkaitan dengan kasus ini. Menurutnya, proses hukum harus ditegakkan secara imparsial tanpa memandang status sosial maupun kedudukan jabatan pihak-pihak terkait. Penggalian bukti-bukti baru dari berbagai pihak yang diduga mengetahui peristiwa tersebut menjadi krusial untuk melengkapi berkas penyelidikan.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam bagi komunitas medis di Nusa Tenggara Timur. Banyak pihak menilai bahwa profesi dokter yang merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan seharusnya mendapatkan perlindungan, bukan justru mengalami persekusi atau tekanan dari pihak-pihak yang memiliki kekuatan politik. Kepercayaan publik terhadap kepolisian saat ini dipertaruhkan dalam menangani perkara yang menyangkut nyawa seorang tenaga medis yang dikenal memiliki dedikasi tinggi.

Ikatan Alumni FK Undana juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di NTT, termasuk insan media, untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Dukungan publik dan pengawasan media dianggap sangat penting agar proses hukum tidak jalan di tempat atau mengalami kebuntuan. Dengan pengawalan yang ketat, diharapkan pihak kepolisian akan lebih termotivasi untuk bekerja transparan dan akuntabel dalam menyingkap tabir misteri kematian dokter Icha.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras mengenai pentingnya perlindungan terhadap tenaga kesehatan dari ancaman intimidasi. Sebagai profesi yang berisiko tinggi dan penuh tekanan dalam melayani masyarakat, dokter sangat rentan terhadap gangguan eksternal. Apabila dugaan intimidasi ini terbukti benar, maka kasus ini dapat menjadi preseden buruk bagi iklim kerja tenaga medis di tanah air jika tidak diselesaikan dengan hukuman yang setimpal bagi para pelakunya.

Hingga saat ini, pihak keluarga maupun publik masih menanti langkah nyata dari aparat kepolisian setelah adanya desakan resmi dari rekan-rekan alumni. Masyarakat berharap Mabes Polri dapat merespons tuntutan ini dengan serius demi memulihkan rasa keadilan. Penyelidikan yang terbuka dan berkeadilan diharapkan mampu menjawab keraguan publik serta memberikan kepastian hukum bagi mendiang dokter Icha yang kini telah tiada.

Langkah selanjutnya kini berada di tangan penyidik kepolisian. Apakah mereka akan segera memanggil para pihak yang diduga terlibat atau justru kasus ini akan kembali mengendap dalam ketidakpastian, menjadi pertanyaan besar yang dinantikan jawabannya oleh masyarakat. Fokus utama saat ini tetap tertuju pada transparansi penyelidikan yang menjadi harga mati bagi keluarga dan para rekan sejawat yang berjuang menuntut kebenaran.

Kasus kematian dokter Icha bukan sekadar tragedi pribadi, melainkan isu publik yang menyentuh ranah moralitas dan integritas penegakan hukum di daerah. Seluruh mata kini tertuju pada komitmen kepolisian dalam mengusut tuntas setiap keterlibatan oknum pejabat. Transparansi hasil penyelidikan yang nantinya diumumkan ke publik akan menjadi penentu apakah keadilan benar-benar hadir atau justru terkubur bersama misteri kematian sang dokter.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All