Maraknya praktik judi daring di ruang digital Indonesia kini memasuki fase baru yang semakin meresahkan. Jika sebelumnya bandar judi kerap menggunakan pesan singkat, tautan di situs web, hingga panggilan telepon untuk menjerat korbannya, kini mereka beralih ke strategi yang lebih masif, yakni membanjiri kolom komentar akun media sosial populer. Fenomena ini memaksa pemerintah mengambil langkah tegas dengan menggandeng perusahaan platform media sosial untuk membentuk tim khusus guna memutus rantai promosi ilegal tersebut.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan krusial dengan manajemen Meta di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, disepakati pembentukan tim bersama yang tidak hanya melibatkan Meta, tetapi juga akan mencakup seluruh penyedia platform media sosial lainnya. Inisiatif ini difokuskan untuk memberantas modus spam judi daring yang kian agresif menyasar akun-akun milik tokoh publik, media massa, instansi pemerintah, hingga para pemengaruh atau influencer.
Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkomdigi, terdapat lonjakan drastis sebesar 128 persen pada komentar spam bermuatan judi daring di akun-akun institusi pemerintah sepanjang Januari hingga Juni 2026. Platform TikTok tercatat menjadi saluran dengan proporsi spam judi daring terbesar mencapai 35 persen. Angka tersebut disusul oleh Facebook sebesar 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, dan X atau yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter sebesar 5 persen.
Pola serangan ini tergolong sangat terorganisir karena memanfaatkan sistem bot otomatis. Bot tersebut diprogram untuk terus memantau akun-akun dengan tingkat interaksi tinggi agar bisa segera merespons dengan menyisipkan tautan atau promosi judi saat unggahan baru dipublikasikan. Akun pemengaruh daerah menjadi sasaran paling favorit dengan persentase mencapai 52 persen dari total serangan. Sisanya menyasar akun instansi pemerintah sebesar 31 persen, media massa 12 persen, serta tokoh publik dan politisi sebanyak 5 persen.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa taktik ini merupakan bagian dari jaringan afiliasi internasional yang cukup kompleks. Para pelaku bahkan berani menggunakan tagar spesifik seperti #Rawitbet yang diduga melibatkan aktor dari luar negeri, termasuk dari India dan Brasil. Selain itu, mereka kerap memanfaatkan momentum besar, seperti tingginya antusiasme publik terhadap perhelatan Piala Dunia FIFA 2026, untuk menyusupkan promosi judi daring di tengah percakapan netizen.
Dalam operasionalnya nanti, tim khusus ini tidak bekerja sendiri. Kemenkomdigi akan berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Temuan komentar spam yang berhasil diidentifikasi akan diproses secara formal agar penindakan tidak hanya berhenti pada penghapusan konten, tetapi juga menjangkau penelusuran aliran dana dan identitas pelaku di balik jaringan tersebut.
Direktur Kebijakan Publik Meta untuk Asia Tenggara, Sarim Aziz, menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia. Ia menegaskan bahwa kebijakan internal Meta sebenarnya melarang keras pengiklan untuk menargetkan pengguna di Indonesia bagi tujuan perjudian. Sepanjang tahun 2025 saja, Meta mengeklaim telah menghapus hampir 61 juta konten terkait perjudian. Meski demikian, Sarim mengakui bahwa pelaku kejahatan siber terus berevolusi dengan menggunakan kata sandi atau frasa yang tidak mencurigakan guna mengelabui sistem filter otomatis.
Menurut Sarim, judi daring merupakan kejahatan transnasional yang dimotivasi oleh keuntungan finansial semata. Oleh karena itu, tantangan ini tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh pihak platform saja. Kolaborasi aktif dengan pemerintah dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama agar ruang digital nasional tetap bersih dari aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat luas.
Di sisi lain, pemerhati keamanan siber Alfons Tanujaya memandang pergeseran modus operandi ini sebagai indikasi positif bahwa sistem pertahanan yang dibangun pemerintah mulai membuahkan hasil. Pembatasan ketat melalui registrasi kartu SIM dengan verifikasi data biometrik membuat pelaku kesulitan menggunakan cara lama seperti SMS spam. Akibatnya, mereka terpaksa masuk ke kolom komentar media sosial yang aksesnya lebih terbuka namun tetap memiliki risiko deteksi tinggi jika dilakukan pengawasan ketat.
Pakar digital forensik Ruby Alamsyah menambahkan bahwa metode spam di kolom komentar adalah strategi yang sangat efektif bagi bandar untuk menjangkau target audiens secara massal dengan biaya rendah. Namun, ia juga memberikan catatan kritis bahwa moderasi konten dalam skala sebesar itu bukanlah perkara mudah. Bahkan bagi platform besar sekalipun, memfilter komentar secara real-time memerlukan sumber daya teknologi dan komitmen bisnis yang sangat besar.
Hingga saat ini, pemerintah terus merumuskan detail teknis tugas tim bersama tersebut. Harapannya, integrasi antara data internal platform yang dimiliki penyedia sistem elektronik dengan kecerdasan analitik dari pemerintah dapat menciptakan sistem deteksi dini yang lebih tangguh. Upaya ini menjadi pembuktian bahwa negara tidak tinggal diam menghadapi ancaman judi daring yang terus bermutasi di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menekan angka promosi judi daring secara signifikan dalam waktu dekat.











