Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo Nazario, secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada mantan rekan setimnya di Real Madrid, Zinedine Zidane, untuk mengambil alih posisi pelatih kepala tim nasional Prancis. Dukungan ini muncul di tengah spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan Les Bleus yang saat ini masih diduduki oleh Didier Deschamps, terutama menyusul agenda besar pasca-Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh peraih dua gelar Piala Dunia itu dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media ternama Prancis, L’Equipe, yang dirilis pada Senin, 29 Juni 2026. Bagi Ronaldo, Zidane bukan sekadar kolega di masa lalu, melainkan sosok yang memiliki kualifikasi sempurna untuk memimpin tim nasional dengan ekspektasi tinggi seperti Prancis.
Ronaldo menegaskan bahwa Zidane memiliki profil yang ideal untuk mengemban tanggung jawab besar tersebut. Menurut pandangan pria yang akrab disapa sang Fenomena ini, Zidane telah membuktikan kapasitasnya melalui rekam jejak yang impresif saat menukangi Real Madrid. Keberhasilan Zidane mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun serta trofi La Liga menjadi bukti nyata bahwa ia bukan pelatih sembarangan.
Kapasitas taktis, pengalaman di level tertinggi, kecerdasan dalam membaca situasi pertandingan, hingga karakter kepemimpinan yang kuat menjadi alasan utama mengapa Ronaldo meyakini Zidane adalah suksesor terbaik untuk Deschamps. Ia menilai bahwa penunjukan Zidane bukan lagi sekadar harapan atau firasat, melainkan sebuah langkah logis berdasarkan pencapaian nyata yang sudah ditorehkan oleh legenda Prancis tersebut di dunia kepelatihan.
Dalam wawancara yang sama, Ronaldo juga kembali mengenang memori masa lalu yang cukup emosional saat keduanya berhadapan di lapangan hijau. Salah satu momen yang paling ikonik adalah perempat final Piala Dunia 2006 di Jerman, di mana Prancis berhasil menyingkirkan Brasil dengan skor 1-0. Pada pertandingan tersebut, Zidane tampil begitu dominan dan memberikan peragaan teknis yang memukau dunia.
Ronaldo mengakui bahwa performa Zidane saat itu merupakan salah satu penampilan individu terbaik dalam sejarah turnamen empat tahunan tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa apa yang dilakukan Zidane saat itu adalah perwujudan dari tingkat teknis tertinggi yang bisa dibayangkan oleh seorang pemain sepak bola.
Meskipun secara profesional Ronaldo mengakui kehebatan Zidane, ia juga membagikan kisah personal yang jarang diketahui publik terkait insiden di ruang ganti setelah laga berakhir. Kala itu, Zidane sempat berniat masuk ke ruang ganti Brasil untuk bertukar jersi dengan Ronaldo. Namun, karena suasana hati para pemain Brasil yang sedang hancur lebur akibat kekalahan, Ronaldo dengan berat hati menolak permintaan tersebut.
Ronaldo menceritakan bahwa banyak pemain Brasil, termasuk dirinya, merasa sangat terpukul karena ekspektasi besar yang dibebankan kepada mereka sebagai juara bertahan. Ia mengaku sempat memberikan ucapan selamat atas kemenangan Prancis, namun harus meminta Zidane untuk meninggalkan ruangan karena atmosfer internal tim Samba yang tidak memungkinkan untuk melakukan pertukaran kaus saat itu.
Terlepas dari ketegangan emosional dua dekade silam, hubungan pertemanan antara Ronaldo dan Zidane tetap terjaga dengan sangat baik hingga hari ini. Klarifikasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa tidak ada dendam di antara mereka, melainkan rasa saling menghormati yang mendalam sebagai sesama legenda sepak bola dunia.
Sejak memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya di Real Madrid pada tahun 2021, nama Zinedine Zidane memang terus dikaitkan dengan berbagai klub papan atas Eropa. Ia sempat dikabarkan menjadi incaran klub-klub raksasa seperti Manchester United, Juventus, hingga Paris Saint-Germain. Namun, hingga saat ini, Zidane terlihat sangat selektif dalam menentukan langkah selanjutnya dalam karier kepelatihannya.
Banyak analis sepak bola berpendapat bahwa tim nasional Prancis merupakan target utama yang paling dinantikan oleh pria berusia 54 tahun tersebut. Setelah era panjang Didier Deschamps yang telah memberikan banyak kesuksesan bagi sepak bola Prancis, transisi kepemimpinan menjadi isu krusial yang menyita perhatian publik. Keberadaan sosok sekaliber Zidane tentu menjadi opsi yang paling masuk akal bagi Federasi Sepak Bola Prancis untuk menjaga stabilitas dan prestasi tim.
Sementara itu, tim nasional Prancis saat ini masih terus berjuang di Piala Dunia 2026. Dengan status sebagai salah satu tim unggulan bersama Argentina, beban yang dipikul skuad asuhan Deschamps tentu sangat besar. Turnamen di Amerika Serikat ini diprediksi menjadi panggung terakhir bagi sebagian besar pemain angkatan senior sebelum dilakukan peremajaan skuad secara menyeluruh.
Dukungan dari sosok sekaliber Ronaldo Nazario tentu memberikan warna tersendiri dalam perdebatan mengenai kursi pelatih Prancis. Di mata dunia, baik Ronaldo maupun Zidane merupakan representasi dari era emas sepak bola yang penuh dengan magis. Ketika seorang rival sekaligus sahabat memberikan validasi atas kapabilitas kepelatihan seseorang, hal tersebut tentu menjadi sinyal kuat bagi publik dan otoritas sepak bola Prancis.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Federasi Sepak Bola Prancis terkait suksesi kepelatihan pasca-Piala Dunia 2026. Namun, dengan semakin santernya dukungan dari berbagai kalangan, termasuk legenda sebesar Ronaldo, posisi Zidane kini semakin kuat dalam bursa kandidat pelatih Les Bleus di masa mendatang. Dunia sepak bola kini tinggal menunggu keputusan akhir dari sang legenda Prancis tersebut, apakah ia akan menerima tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan Prancis melalui kursi manajerial atau menempuh jalan lain dalam kariernya.
