Pemerintah Amerika Serikat secara resmi memberikan lampu hijau bagi Anthropic untuk memulihkan akses model kecerdasan buatan (AI) canggihnya, Claude Mythos 5. Keputusan ini secara spesifik ditujukan bagi sejumlah organisasi yang memiliki tugas vital dalam mengelola dan melindungi infrastruktur penting di Negeri Paman Sam. Sebelumnya, model AI yang dianggap terlalu mutakhir ini sempat diblokir secara total oleh otoritas AS, memicu perdebatan sengit mengenai batas kemampuan dan regulasi teknologi AI.
Kabar pemulihan akses ini disampaikan langsung oleh Anthropic melalui platform X pada Sabtu, 27 Juni 2026. Perusahaan pengembang AI terkemuka ini menyatakan akan segera mengembalikan ketersediaan model tersebut untuk penggunaan yang telah ditentukan. "Hari ini, pemerintah memberi tahu kami bahwa Mythos 5, model keamanan siber terkuat kami, dapat digunakan kembali oleh sejumlah organisasi di AS yang mengoperasikan dan melindungi infrastruktur kritis," demikian cuitan Anthropic, mengutip laporan Engadget.
Meskipun Anthropic tidak merinci jumlah lembaga yang kini kembali mendapatkan akses ke model keamanan siber tersebut, laporan dari Semafor memberikan gambaran lebih jelas. Media tersebut menyebutkan bahwa perusahaan telah diizinkan untuk mengembalikan akses model AI keamanan siber andalannya ini kepada lebih dari 100 institusi di AS. Institusi-institusi ini mencakup korporasi skala besar hingga lembaga pemerintah yang perannya sangat esensial.
Keputusan pemerintah AS untuk memblokir Claude Mythos 5, bersama dengan Claude Fable 5, sebelumnya dikeluarkan pada 12 Juni 2026, pukul 17.21 waktu setempat. Perintah tersebut datang hanya selang beberapa hari setelah kedua model tersebut dirilis secara publik. Arahan kontrol ekspor yang tegas itu menangguhkan seluruh akses ke Fable 5 dan Mythos 5 bagi warga negara asing, baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah Amerika Serikat.
Karena keterbatasan teknis yang tidak memungkinkan Anthropic untuk membedakan pengguna berdasarkan kewarganegaraan secara real-time, perusahaan terpaksa menonaktifkan kedua model AI tersebut untuk semua penggunanya tanpa terkecuali. Langkah drastis ini sontak menciptakan dampak global, termasuk bagi pengguna di Indonesia yang juga tidak dapat mengakses model AI canggih tersebut.
Alasan utama di balik perintah blokir tersebut adalah klaim pemerintah AS yang meyakini telah menemukan metode untuk melakukan bypass atau "jailbreak" pada Claude Fable 5. Teknik jailbreak dalam konteks AI mengacu pada kemampuan untuk melewati atau menonaktifkan batasan keamanan dan etika yang diterapkan pada model. Namun, surat resmi yang diterima Anthropic tidak menyertakan detail spesifik mengenai kekhawatiran keamanan nasional yang dimaksud.
Satu-satunya bukti yang diberikan pemerintah bersifat lisan, yakni sebuah teknik jailbreak yang digambarkan sempit dan tidak universal. Teknik ini pada dasarnya meminta model AI untuk membaca basis kode tertentu, kemudian mengidentifikasi dan memperbaiki celah perangkat lunak di dalamnya. Anthropic, di sisi lain, menolak klaim tersebut sebagai dasar yang cukup untuk penangguhan akses secara menyeluruh.
Perusahaan telah melakukan peninjauan mendalam terhadap laporan yang menjadi dasar keputusan pemerintah tersebut. Dari hasil peninjauan itu, Anthropic menyimpulkan bahwa tingkat kemampuan yang ditampilkan dalam demonstrasi jailbreak tersebut juga tersedia dari model AI lain yang sudah beredar luas di publik. Salah satu contoh yang mereka sebutkan adalah GPT-5.5, model AI yang dikembangkan oleh pesaing utama mereka, OpenAI. Pernyataan ini menyoroti perdebatan tentang standar risiko dan kemampuan AI di seluruh industri.
Claude Fable 5 sendiri baru saja dirilis oleh Anthropic pada 9 Juni 2026. Model ini merupakan yang pertama dari kelas Mythos yang tersedia untuk publik umum, menunjukkan langkah ambisius Anthropic dalam inovasi AI. Kelas Mythos diketahui berada pada tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas Opus dalam hierarki kemampuan yang dikembangkan oleh Anthropic, menandakan kemajuan signifikan dalam teknologi kecerdasan buatan mereka. Sementara Mythos 5 secara spesifik dirancang untuk aplikasi keamanan siber, Fable 5 ditujukan untuk penggunaan yang lebih umum namun dengan kemampuan yang sangat tinggi.
Pentingnya infrastruktur kritis bagi sebuah negara tidak dapat diremehkan. Sektor ini meliputi jaringan energi, sistem transportasi, keuangan, air bersih, dan layanan darurat lainnya yang menopang kehidupan modern. Perlindungan terhadap infrastruktur ini dari ancaman siber merupakan prioritas utama bagi setiap pemerintah. Oleh karena itu, keputusan pemerintah AS untuk mengizinkan kembali Mythos 5 bagi entitas-entitas ini menunjukkan pengakuan terhadap potensi AI canggih dalam memperkuat pertahanan keamanan siber, meskipun dengan pengawasan ketat.
Meskipun Claude Mythos 5 kini dapat diakses kembali oleh lembaga-lembaga vital di AS, nasib Claude Fable 5 masih belum jelas. Anthropic menyatakan bahwa mereka saat ini masih bernegosiasi dengan pemerintah agar model Fable 5 juga bisa segera digunakan kembali oleh pengguna umum. Namun demikian, belum ada penjelasan resmi atau jadwal pasti mengenai kapan model AI yang satu ini dapat kembali diakses. Situasi ini menggarisbawahi kompleksitas regulasi AI dan tantangan dalam menyeimbangkan inovasi teknologi dengan kekhawatiran keamanan nasional.
Kasus pemblokiran dan pemulihan akses sebagian terhadap model AI Anthropic ini mencerminkan dinamika yang semakin intens antara inovator teknologi dan regulator pemerintah. Di satu sisi, ada dorongan kuat untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang semakin canggih demi kemajuan berbagai sektor. Di sisi lain, kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan, risiko keamanan, dan kontrol terhadap AI mutakhir menjadi pertimbangan utama bagi otoritas. Insiden ini diperkirakan akan terus memicu diskusi global tentang kerangka regulasi yang tepat untuk mengelola teknologi AI yang berkembang pesat.











