Sunday, 13 September 2026
BREAKING
DUNIA

Raja Oyo Dimakamkan, Kerajaan Tooro Tunjuk Pewaris Baru di Tengah Tekanan Persatuan

Oleh Rini Widiyarti September 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kerajaan Tooro di Uganda berduka atas wafatnya Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV. Prosesi pemakaman raja muda yang meninggal dunia pada usia 29 tahun ini telah dilaksanakan, sementara nama pewaris takhta baru telah diumumkan. Namun, penunjukan ini memicu sorotan dari keluarga mendiang raja yang mengklaim adanya pilihan pewaris yang berbeda.

Raja Oyo, yang memerintah sejak usia 3 tahun, dimakamkan di Pemakaman Istana Tororo, Fort Portal, pada hari Sabtu, 23 Desember 2023. Kepergiannya yang mendadak menyisakan duka mendalam bagi rakyatnya dan memunculkan pertanyaan mengenai suksesi takhta kerajaan tradisional yang berusia berabad-abad ini.

Menyusul pemakaman, Kerajaan Tooro secara resmi mengumumkan bahwa presenter televisi, Okwiri, telah ditunjuk sebagai monarki baru. Pengumuman ini disambut dengan harapan akan stabilitas dan keberlanjutan kerajaan di bawah kepemimpinan yang baru.

Namun, di balik penunjukan tersebut, muncul klaim dari keluarga mendiang Raja Oyo. Paman Raja Oyo, Prince David Katuramu, menyatakan bahwa mendiang raja telah memilih pewarisnya sendiri sebelum meninggal. Pernyataan ini menimbulkan spekulasi dan potensi perselisihan mengenai legitimasi suksesi.

“Dia (Raja Oyo) telah memberi tahu saya siapa penerusnya. Dia memberi saya nama itu. Dia mengatakan kepada saya, ‘Ini adalah orang yang akan menggantikan saya’,” ujar Prince David Katuramu seperti dikutip oleh media. Pernyataan ini menambah kompleksitas situasi suksesi di Kerajaan Tooro.

Keluarga mendiang raja juga menyoroti pentingnya persatuan di tengah proses transisi kekuasaan ini. Mereka menekankan perlunya menjaga keutuhan kerajaan dan menghindari perpecahan yang dapat melemahkan tradisi dan otoritas Kerajaan Tooro.

Meskipun ada klaim dari keluarga, penunjukan Okwiri sebagai raja baru tampaknya menjadi langkah resmi yang diambil oleh pihak kerajaan. Kini, tantangan terbesar bagi kepemimpinan baru adalah menyatukan berbagai pihak, termasuk keluarga mendiang raja, demi masa depan Kerajaan Tooro yang lebih stabil dan harmonis.

Bagikan: Facebook X WhatsApp