Saturday, 12 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Kemarau Ungkap Ratusan Makam Kuno di Dasar Waduk Gajah Mungkur

Oleh Muzairi M September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Fenomena mengejutkan terjadi di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, seiring surutnya permukaan air akibat musim kemarau. Puluhan, bahkan diperkirakan mencapai ratusan, makam kuno yang selama ini terendam kini mulai menampakkan diri dari dasar waduk. Penampakan ini menjadi saksi bisu sejarah yang terkubur di bawah lapisan air.

Keberadaan makam-makam kuno ini pertama kali disadari oleh masyarakat sekitar dan para pemancing yang kerap beraktivitas di area waduk. Saat ketinggian air menurun drastis, gundukan tanah yang menyerupai nisan mulai bermunculan. Informasi ini dengan cepat menyebar, menarik perhatian warga dan bahkan tim peneliti.

Menurut keterangan yang dihimpun, diperkirakan ada sekitar 200 hingga 300 makam kuno yang kini terlihat. Makam-makam tersebut tersebar di beberapa titik di dasar waduk. Penampakan ini terjadi di area yang sebelumnya merupakan pemukiman penduduk sebelum pembangunan Waduk Gajah Mungkur pada tahun 1970-an. Pembangunan waduk tersebut memang menenggelamkan sejumlah desa dan dusun.

Salah satu warga, sebut saja Pak Slamet, yang rumahnya dulu berada di sekitar lokasi waduk, mengungkapkan rasa harunya. “Dulu di sini banyak rumah, ada masjid, dan tentu saja makam leluhur kami,” ujarnya saat ditemui di pinggir waduk. Ia menambahkan bahwa penampakan makam ini mengingatkannya pada masa lalu dan leluhurnya yang kini terbaring di dasar waduk.

Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian warga lokal, tetapi juga menarik minat para akademisi dan arkeolog. Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah telah melakukan peninjauan awal di lokasi. Mereka berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi usia dan asal-usul makam-makam kuno tersebut. Potensi penemuan artefak bersejarah juga terbuka lebar.

Pihak pengelola Waduk Gajah Mungkur mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berada di area tepi waduk, mengingat kondisi tanah yang mungkin belum stabil. Meskipun demikian, penampakan makam kuno ini menjadi pengingat pentingnya sejarah dan warisan budaya yang terkadang tersembunyi di balik pembangunan modern. Seiring surutnya air, sejarah seolah bangkit kembali untuk diceritakan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp