Saturday, 12 September 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Ancaman Lonjakan Harga Pertamax Menuju Rp 20.000/Liter Akibat Ketegangan Timur Tengah

Oleh Emanuel September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax berpotensi melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp 20.000 per liter. Prediksi ini muncul seiring dengan eskalasi ketegangan geopolitik yang masih memanas di kawasan strategis Selat Hormuz.

Kenaikan harga Pertamax ini tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh dinamika pasar minyak global yang sangat sensitif terhadap gejolak di Timur Tengah. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak dunia, sehingga setiap ancaman di sana berimbas langsung pada harga komoditas energi.

Analis energi, Budi Santoso, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa ketidakpastian pasokan akibat konflik di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mendorong harga minyak mentah naik. “Ketika pasokan terancam, pasar akan bereaksi dengan menaikkan harga sebagai antisipasi kelangkaan,” ujar Budi.

Pertamina, sebagai badan usaha milik negara yang mendistribusikan Pertamax, akan sangat terdampak oleh fluktuasi harga minyak dunia. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai kenaikan harga, para pemangku kepentingan di sektor energi mengamati perkembangan ini dengan cermat. Kenaikan harga minyak mentah internasional secara otomatis akan membebani biaya operasional Pertamina dalam pengadaan dan distribusi BBM.

Sebelumnya, harga Pertamax telah mengalami penyesuaian beberapa kali. Kenaikan yang diprediksi kali ini akan lebih signifikan dibandingkan penyesuaian sebelumnya, mengingat intensitas konflik di Selat Hormuz yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. “Jika situasi di sana terus memburuk, bukan tidak mungkin harga Pertamax akan benar-benar menembus angka Rp 20.000 per liter,” tambah Budi.

Masyarakat dihimbau untuk bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga BBM ini. Dampak kenaikan harga Pertamax tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi merembet ke sektor transportasi lain dan biaya logistik barang, yang pada akhirnya akan memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok.

Bagikan: Facebook X WhatsApp