Amerika Serikat tengah menghadapi lonjakan kasus cacar air (measles) terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena ini bertepatan dengan kembalinya anak-anak ke sekolah, memicu kekhawatiran akan penyebaran virus yang sangat menular ini. Situasi diperparah dengan terus menurunnya angka vaksinasi di kalangan anak-anak.
Hingga 11 September lalu, tercatat sebanyak 3.294 kasus cacar air yang terkonfirmasi di seluruh Amerika Serikat sepanjang tahun ini. Angka ini telah melampaui total kasus pada tahun 2025 lebih dari seribu kasus. Periode terakhir dengan jumlah kasus cacar air sebanyak ini dalam satu tahun kalender adalah pada tahun 1991, sembilan tahun sebelum cacar air dinyatakan bebas di Amerika Serikat. Status eliminasi ini kini terancam hilang.
Menurut Aaron E. Glatt, MD, MACP, FIDSA, FSHEA, kepala divisi penyakit menular di Mount Sinai South Nassau, situasi ini memang mengkhawatirkan. “Ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius,” ujar Dr. Glatt. Ia menekankan bahwa cacar air adalah penyakit yang sangat menular, dan tingkat penularannya sangat tinggi. “Satu orang yang terinfeksi bisa menularkan virus ini kepada rata-rata 12 hingga 18 orang lainnya. Ini sangatlah mudah menyebar di lingkungan yang padat seperti sekolah,” tambahnya.
Penurunan angka vaksinasi menjadi salah satu faktor utama di balik lonjakan kasus ini. Banyak orang tua yang menunda atau menolak vaksinasi karena berbagai alasan, termasuk kekhawatiran yang tidak berdasar tentang keamanan vaksin. Padahal, vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR) telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah penyakit ini. “Vaksin MMR sangat aman dan efektif. Manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya,” tegas Dr. Glatt.
Pihak berwenang kesehatan masyarakat di Amerika Serikat terus berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi dan melakukan kampanye untuk mendorong orang tua agar segera memvaksinasi anak-anak mereka. Dengan kembalinya anak-anak ke sekolah, upaya pencegahan penyebaran virus menjadi semakin krusial. Tanpa peningkatan cakupan vaksinasi yang signifikan, Amerika Serikat berisiko kehilangan status bebas cacar airnya dan menghadapi wabah yang lebih luas.
