Milisi Houthi dilaporkan telah berhasil merebut pelabuhan strategis Mokha yang terletak di pesisir Laut Merah Yaman. Pengambilalihan pelabuhan ini menjadi perkembangan signifikan dalam konflik yang terus berkecamuk di negara tersebut, karena Mokha memiliki posisi geografis yang sangat penting.
Dengan dikuasainya Mokha, kelompok yang didukung Iran ini semakin mendekatkan diri pada kontrol penuh atas Selat Bab al-Mandab. Selat ini merupakan jalur pelayaran internasional yang sangat vital bagi perdagangan global, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Keberhasilan Houthi menguasai Mokha berpotensi mengubah dinamika keamanan di kawasan tersebut secara drastis.
Pelabuhan Mokha sendiri bukan hanya sekadar titik transit komersial, namun juga memiliki nilai historis dan ekonomi yang mendalam bagi Yaman. Lokasinya yang berada di barat daya Yaman menjadikannya gerbang utama untuk masuk dan keluar dari Laut Merah. Penguasaan atas pelabuhan ini memberikan keuntungan strategis yang besar bagi Houthi dalam memproyeksikan kekuatan mereka di sepanjang pesisir Laut Merah.
Sebelumnya, pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, bersama dengan koalisi pimpinan Arab Saudi, telah berupaya keras untuk mempertahankan kontrol atas Mokha. Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa upaya tersebut belum berhasil menahan laju pergerakan milisi Houthi. Pengambilalihan ini terjadi di tengah gelombang pertempuran sengit yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di berbagai front pertempuran di Yaman.
Dampak dari pengambilalihan Mokha ini diperkirakan akan terasa luas. Para pengamat keamanan khawatir bahwa kontrol Houthi atas pelabuhan dan selat strategis ini dapat mengganggu arus perdagangan global, bahkan berpotensi memicu eskalasi konflik lebih lanjut. Situasi ini juga menambah kompleksitas upaya perdamaian yang selama ini terus diupayakan oleh komunitas internasional untuk mengakhiri krisis kemanusiaan yang melanda Yaman.
