Kementerian Perindustrian Nepal bergejolak setelah Menteri Gauri Kumari Yadav memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusan ini diambil menyusul pernyataan kontroversialnya terkait kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang tengah melanda negeri Himalaya tersebut.
Menteri Yadav dilaporkan mengajukan surat pengunduran dirinya pada hari Senin (27/5/2024). Langkah drastis ini diambil setelah dirinya mengeluarkan pernyataan yang dianggap meremehkan isu kelangkaan LPG, yang telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Nepal.
Dalam sebuah forum publik, Menteri Yadav sempat menyatakan bahwa masalah pasokan LPG tidak sebesar yang dipersepsikan oleh publik. Ia bahkan menyebutkan bahwa persoalan ini lebih banyak disebabkan oleh ‘kebisingan’ atau ‘keributan’ yang diciptakan oleh media dan masyarakat, bukan karena krisis pasokan yang sebenarnya. Pernyataan ini sontak menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.
Meskipun demikian, Menteri Yadav kemudian mengklarifikasi pernyataannya. Ia menegaskan bahwa ucapannya tidak bermaksud meremehkan penderitaan masyarakat yang terdampak kelangkaan. Namun, klarifikasi tersebut tampaknya tidak cukup untuk meredam gelombang protes dan kekecewaan yang telah terlanjur menyebar. Tekanan publik dan kritik yang terus mengalir akhirnya mendorongnya untuk mengambil keputusan mundur dari jabatannya.
Pengunduran diri Menteri Gauri Kumari Yadav ini menjadi pukulan tersendiri bagi pemerintah Nepal dalam upayanya mengatasi krisis pasokan LPG. Isu kelangkaan LPG memang telah menjadi momok menakutkan bagi rumah tangga di Nepal, di mana gas elpiji menjadi sumber energi utama untuk memasak. Situasi ini diperparah dengan kenaikan harga dan antrean panjang di depot pengisian.
Pemerintah Nepal sendiri sebelumnya telah berupaya mencari solusi, termasuk melakukan negosiasi dengan India sebagai pemasok utama LPG. Namun, berbagai upaya tersebut tampaknya belum membuahkan hasil yang signifikan dalam mengatasi akar permasalahan kelangkaan yang terus berulang.
Mundurnya Menteri Perindustrian ini diharapkan dapat membuka jalan bagi evaluasi yang lebih mendalam terhadap penanganan isu kelangkaan LPG di Nepal. Publik menantikan langkah konkret dari pemerintah selanjutnya untuk memastikan ketersediaan pasokan energi yang stabil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
