Manajer Portsmouth, John Mousinho, menyatakan kemarahannya yang “sangat besar” terkait dengan insiden yang melibatkan pemain Cardiff City, Krystian Bielik, dan seorang suporter. Mousinho merasa ditempatkan pada posisi yang tidak menguntungkan akibat kejadian tersebut.
Insiden ini terjadi pada pertandingan yang mempertemukan Cardiff City melawan Portsmouth. Menurut Mousinho, ia dipaksa untuk memberikan pernyataan terkait insiden tersebut, yang menurutnya tidak sepatutnya ia yang melakukannya.
“Saya merasa ditempatkan pada posisi yang sangat tidak nyaman,” ujar Mousinho. “Saya pikir itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak perlu saya tangani atau komentari.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Mousinho merasa ada pihak lain yang lebih berwenang untuk memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.
Mousinho melanjutkan, “Saya benar-benar marah dengan posisi saya dalam hal ini.” Frustrasi manajer Portsmouth ini muncul karena ia merasa beban tanggung jawab untuk menjelaskan insiden yang melibatkan pemain lawan dan seorang suporter jatuh kepadanya. Ia menegaskan bahwa hal tersebut berada di luar lingkup kewenangannya sebagai pelatih timnya sendiri.
Meskipun detail spesifik mengenai insiden antara Krystian Bielik dan suporter tidak diuraikan secara rinci dalam konteks kemarahan Mousinho, namun esensi ketidakpuasannya terletak pada bagaimana ia diposisikan untuk menanggapi kejadian tersebut. Mousinho merasa bahwa ia dipaksa untuk berbicara mengenai masalah yang bukan merupakan tanggung jawab langsung dari klub atau dirinya sebagai pelatih Portsmouth.
