Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
BERITA

Satelit NASA Memotret Luasnya Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Akibat Kekeringan

Oleh Emanuel September 9, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Citra satelit yang dirilis oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) baru-baru ini mengungkap skala sebenarnya dari kebakaran hutan yang melanda Kalimantan, Indonesia. Rekaman dari luar angkasa ini menangkap gambaran luasnya asap yang membubung tinggi, menjadi bukti nyata dampak kekeringan parah yang tengah melanda wilayah tersebut.

Kondisi kering yang ekstrem telah menciptakan lingkungan yang rentan terhadap api, memungkinkan kebakaran untuk menyebar dengan cepat dan meluas. Asap yang terlihat dari orbit menunjukkan bahwa api tidak hanya terbatas pada satu titik, melainkan telah melahap area yang signifikan.

Menurut data yang dikumpulkan, setidaknya 2.926 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kalimantan pada 14 September 2019. Angka ini merupakan peningkatan drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya, mengindikasikan eskalasi kebakaran yang mengkhawatirkan. Peningkatan ini secara langsung berkontribusi pada kualitas udara yang buruk di berbagai wilayah.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pada Senin, 16 September 2019, bahwa ada sebanyak 1.000 personel gabungan yang dikerahkan untuk memadamkan api. Upaya pemadaman ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan.

Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif, namun tantangan yang dihadapi tidak ringan. Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya keras untuk memadamkan api. “Kita berusaha semaksimal mungkin,” ujar Doni Monardo pada kesempatan terpisah.

Kondisi kekeringan yang parah ini diperparah dengan adanya fenomena El Nino, yang secara historis seringkali membawa dampak kemarau panjang. BMKG memprediksi bahwa musim kemarau pada tahun ini akan lebih kering dan berlangsung lebih lama dari biasanya, menambah kerentanan wilayah Indonesia terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp