Suara dentuman misterius yang menggegerkan warga Malang Raya pada hari Selasa, 23 Januari 2024, telah terjawab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa suara tersebut bukan berasal dari aktivitas gempa bumi maupun sambaran petir. Analisis awal menunjukkan kemungkinan besar suara itu dipicu oleh tekanan gas dari Gunung Semeru yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik.
Fenomena suara keras yang terdengar di berbagai wilayah Malang Raya ini sempat menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Laporan mengenai dentuman tersebut mulai bermunculan sejak pagi hari, mendorong BMKG untuk segera melakukan investigasi.
Menurut Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Eko Prasetyo, pihaknya telah melakukan pemantauan seismik secara intensif. “Kami sudah memantau seismik, tidak ada aktivitas gempa bumi yang signifikan pada waktu tersebut,” ujar Eko Prasetyo saat dikonfirmasi pada Selasa (23/1/2024).
BMKG juga menepis kemungkinan suara tersebut berasal dari petir. “Kami juga memantau aktivitas petir, dan tidak ada sambaran petir yang terekam di wilayah Malang Raya yang bisa menimbulkan suara sebesar itu,” tambahnya. Hal ini semakin memperkuat dugaan sumber suara berasal dari aktivitas vulkanik.
Presiden Joko Widodo sendiri sempat menyinggung soal suara dentuman misterius ini saat kunjungan kerjanya di Malang. Beliau menyampaikan bahwa suara tersebut sudah teridentifikasi. “Tadi sudah saya dapatkan informasi dari Pak Pangdam (Panglima Kodam V Brawijaya), bahwa sumbernya adalah dari Gunung Semeru,” kata Presiden Jokowi di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Selasa (23/1/2024).
Penjelasan ini sejalan dengan pernyataan BMKG mengenai potensi pelepasan tekanan gas Gunung Semeru. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, memang kerap kali disertai dengan fenomena suara maupun visual yang dapat terdeteksi dari jarak jauh. Tekanan gas yang terakumulasi di dalam tubuh gunung berapi dapat mencari jalan keluar, menghasilkan gelombang suara yang terdengar hingga ke pemukiman warga.
Meskipun sumber suara telah teridentifikasi, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Pemantauan secara berkala terus dilakukan untuk memastikan keamanan wilayah sekitar.
