Jakarta – Aktris sekaligus pegiat lingkungan Manohara Odelia menyuarakan urgensi dukungan kolektif dalam upaya pelestarian lingkungan. Ia secara khusus menyoroti peran krusial komunitas lokal dan masyarakat adat yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Indonesia. Manohara menyerukan agar masyarakat perkotaan lebih aktif bersinergi dengan mereka melalui program-program konservasi yang konkret.
Ajakan tersebut disampaikan Manohara dalam acara peluncuran program Kawan Konservasi yang digelar oleh Konservasi Indonesia (KI) pada Minggu (28/6) lalu. Dalam kesempatan itu, Manohara menegaskan bahwa masyarakat adat adalah pihak yang paling dekat dengan alam dan merasakan dampak langsung ketika lingkungan mengalami kerusakan serius. Keberadaan mereka, dengan kearifan lokal dan praktik hidup berkelanjutan, menjadi benteng terakhir perlindungan alam.
"Masyarakat lokal dan adat adalah pihak yang paling dekat dengan alam, merekalah yang merasakan dampak langsungnya jika lingkungan rusak, sekaligus menjadi garda terdepan pelindungnya," ujar Manohara dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa kesadaran kolektif dari masyarakat yang tinggal di perkotaan untuk mendukung perjuangan mereka akan menciptakan perubahan yang masif dan berkelanjutan bagi kelestarian alam di Tanah Air.
Kerusakan lingkungan, mulai dari deforestasi, pencemaran air, hingga perubahan iklim ekstrem, seringkali berdampak paling parah pada komunitas adat. Mereka kehilangan sumber daya alam yang menjadi penopang utama kehidupan dan budaya, seperti hutan untuk berburu dan meramu, serta sungai dan laut untuk mencari nafkah. Ini bukan hanya masalah ekologis, tetapi juga krisis kemanusiaan yang mengancam keberlangsungan hidup dan identitas mereka.
Manohara melanjutkan, semakin banyak individu dan kelompok masyarakat yang terlibat aktif dalam program konservasi, maka semakin besar pula dampak nyata yang dapat diberikan untuk menjaga kelestarian lingkungan Indonesia. Kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat ini dianggap sebagai kunci untuk mencapai tujuan konservasi yang lebih luas dan efektif.
Program Kawan Konservasi yang diluncurkan oleh Konservasi Indonesia (KI) merupakan inisiatif penggalangan dukungan berbasis masyarakat yang membuka kesempatan lebar bagi individu maupun korporasi untuk berkontribusi langsung dalam pelestarian alam. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani niat baik masyarakat dengan aksi nyata di lapangan, memastikan setiap dukungan memberikan manfaat yang optimal.
Dana yang berhasil dihimpun melalui program Kawan Konservasi ini akan disalurkan untuk mendukung berbagai program konservasi penting yang tersebar di beberapa wilayah strategis di Indonesia. Salah satunya adalah upaya penanaman pohon di Sukabumi, Jawa Barat, yang bertujuan untuk merehabilitasi lahan kritis, mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, serta meningkatkan kualitas udara dan penyerapan karbon.
Selain itu, dukungan juga akan mengalir untuk program perlindungan Hutan Adat Konda di Papua Barat Daya. Hutan adat memiliki nilai ekologis dan budaya yang sangat tinggi, berfungsi sebagai paru-paru dunia, rumah bagi keanekaragaman hayati, dan tempat berpegangnya kearifan lokal masyarakat adat. Perlindungan hutan ini esensial untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan warisan budaya.
Tidak hanya di daratan, dana Kawan Konservasi juga dialokasikan untuk pengelolaan kawasan konservasi laut di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku. Kawasan laut ini merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia, rumah bagi terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya. Konservasi laut penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan, melindungi ekosistem pesisir, dan mendukung mata pencaharian masyarakat nelayan lokal yang bergantung pada kelautan.
Vice President Program Konservasi Indonesia, Fitri Hasibuan, menjelaskan bahwa program Kawan Konservasi ini merupakan sebuah wadah strategis bagi publik untuk terlibat langsung dalam berbagai aksi konservasi yang selama ini telah dijalankan oleh KI di berbagai daerah. Keterlibatan publik diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan.
Peluncuran program ini tidak hanya dihadiri oleh Manohara Odelia, tetapi juga aktor Ramon Tungka, yang dikenal aktif dalam kegiatan petualangan dan lingkungan. Ramon Tungka turut mengingatkan bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun bentuknya, memiliki makna dan dampak yang besar dalam menjaga kelestarian alam. Pesannya menekankan bahwa tidak ada upaya yang sia-sia dalam perjuangan melindungi bumi.
"Tidak ada kontribusi yang sia-sia dalam menjaga alam, sekecil apa pun nominal atau aksi yang kita berikan," kata Ramon, memberikan semangat kepada para hadirin dan masyarakat luas untuk tidak ragu berpartisipasi. Ia menekankan bahwa dampak positif dari aksi-aksi kecil bisa berakumulasi menjadi perubahan besar yang sangat dibutuhkan oleh lingkungan.
Melalui program Kawan Konservasi dan seruan dari para pegiat seperti Manohara Odelia dan Ramon Tungka, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat. Inisiatif ini menunjukkan bahwa konservasi bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi lingkungan semata, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.











