Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara mengenai potensi pemanfaatan sampah plastik sebagai sumber bahan bakar minyak (BBM) terbarukan di Indonesia. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap berbagai diskusi dan penelitian yang mengemuka mengenai konversi limbah plastik menjadi energi.
Menurut Direktur Jenderal EBTKE, Dadan Kusdiana, terdapat peluang besar untuk mengolah sampah plastik menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Ia menjelaskan bahwa teknologi yang ada saat ini memungkinkan sampah plastik untuk diubah menjadi bahan bakar yang memiliki nilai ekonomis dan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dadan Kusdiana menyatakan, “Kita melihat ada potensi yang sangat besar dari sampah plastik untuk bisa dikonversi menjadi energi. Ini sejalan dengan upaya kita untuk terus mendorong energi baru dan terbarukan di Indonesia.” Beliau menambahkan bahwa proses konversi ini, yang dikenal sebagai pirolisis, dapat menghasilkan produk seperti minyak mentah yang kemudian dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai jenis BBM.
Lebih lanjut, Ditjen EBTKE menekankan bahwa pengembangan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi BBM ini masih dalam tahap kajian dan pengembangan. Meskipun demikian, potensi manfaatnya sangat signifikan, tidak hanya dalam hal penyediaan energi terbarukan, tetapi juga dalam mengatasi persoalan sampah plastik yang kian mendesak di Indonesia. Sampah plastik yang biasanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau mencemari lingkungan, kini bisa memiliki nilai guna yang lebih tinggi.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus berupaya untuk memfasilitasi riset dan pengembangan di sektor ini. Dadan Kusdiana juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pelaku industri, dan masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan potensi energi terbarukan dari sampah plastik ini. “Tentunya ini membutuhkan kajian yang mendalam, baik dari sisi teknis, ekonomis, maupun lingkungan. Namun, kami optimis bahwa inisiatif ini dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan energi nasional dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
