New Delhi ā India dilaporkan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,8% pada kuartal pertama tahun fiskal 2023-2024. Angka impresif ini, yang dirilis oleh National Statistical Office (NSO), menempatkan India sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Namun, di balik euforia angka tersebut, muncul kritik tajam dari kalangan mantan pejabat pemerintah yang menyuarakan kecurigaan adanya manipulasi data.
Salah satu yang vokal bersuara adalah mantan pejabat pemerintah yang enggan disebutkan namanya, namun diyakini memiliki akses terhadap data ekonomi sebelumnya. Ia secara terbuka mempertanyakan validitas angka pertumbuhan yang dipublikasikan. “Ada keraguan yang signifikan mengenai keakuratan data ini. Transparansi dalam pengumpulan dan penyajian data ekonomi menjadi krusial, dan saat ini ada pertanyaan besar tentang hal itu,” ujarnya, mengindikasikan adanya potensi penyimpangan dalam proses statistik.
Kritik ini bukan tanpa alasan. Sejumlah pengamat ekonomi juga menyoroti beberapa anomali dalam data yang disajikan oleh NSO. Salah satunya adalah percepatan pertumbuhan di sektor-sektor tertentu yang dinilai tidak sejalan dengan indikator ekonomi makro lainnya, seperti konsumsi domestik dan investasi swasta. Hal ini memicu spekulasi bahwa angka pertumbuhan mungkin telah ‘dipercantik’ untuk memberikan gambaran yang lebih positif di tengah tantangan ekonomi global.
Meskipun demikian, pemerintah India melalui Kementerian Keuangan tetap berpegang teguh pada data yang telah dirilis. Mereka berdalih bahwa pertumbuhan 7,8% tersebut mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi India yang terus berakselerasi. “Angka pertumbuhan ini adalah bukti nyata ketahanan dan potensi ekonomi India. Kami optimis dengan prospek ke depan,” ujar seorang juru bicara Kementerian Keuangan, yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Namun, desakan untuk transparansi data kian menguat. Para kritikus, termasuk mantan pejabat yang bersuara, mendesak pemerintah untuk memberikan klarifikasi lebih rinci mengenai metodologi yang digunakan serta data pendukung dari berbagai lembaga terkait. Mereka berpendapat bahwa kepercayaan publik terhadap data ekonomi sangat penting untuk pengambilan keputusan kebijakan yang tepat dan menarik minat investor asing. Tanpa transparansi yang memadai, angka pertumbuhan yang tinggi sekalipun dapat menimbulkan keraguan dan ketidakpastian di pasar.
