Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Fenomena “Latah” Gunung Berapi: Mengapa Aktivitas Satu Memicu yang Lain?

Oleh Herfansyah September 8, 2026 26 minutes lalu 0 komentar

Kejadian unik kembali tersaji di lanskap geologis Indonesia. Gunung Anak Krakatau tercatat sebagai salah satu dari enam gunung berapi di tanah air yang menunjukkan aktivitas bersamaan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan menarik: mungkinkah gunung berapi memiliki kecenderungan untuk “latah” atau terpicu ketika ada gunung lain di sekitarnya yang lebih dulu menunjukkan aktivitas?

Menurut Dr. Surono, seorang ahli vulkanologi, fenomena ini bukanlah sekadar kebetulan. Ia menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik di satu lokasi dapat memengaruhi tekanan di dalam bumi, yang kemudian berpotensi memicu aktivitas di gunung berapi lain. “Jadi, kalau ada satu gunung yang aktif, itu akan memengaruhi tekanan di sekitarnya, baik itu di bawah laut maupun di darat,” ujar Dr. Surono dalam sebuah kesempatan.

Penjelasan ini menggarisbawahi adanya hubungan yang kompleks antara sistem magma di bawah permukaan bumi. Perubahan tekanan yang disebabkan oleh erupsi atau aktivitas magmatik di satu gunung dapat merambat dan mengganggu keseimbangan di area vulkanik tetangga. Hal ini dapat diibaratkan seperti domino yang jatuh berurutan, di mana pergerakan satu bagian memicu pergerakan bagian lainnya.

Lebih lanjut, Dr. Surono merinci bahwa interaksi ini bisa terjadi dalam skala regional. Gunung berapi yang aktif bersamaan, seperti yang terjadi dengan Gunung Anak Krakatau, mengindikasikan adanya kesamaan kondisi geologis yang memungkinkan mereka untuk “terbangun” secara bersamaan. “Satu gunung yang aktif itu, bisa memicu gunung yang lain,” tegasnya, menekankan adanya efek domino dalam aktivitas vulkanik.

Fenomena ini penting untuk terus dipantau oleh para ilmuwan. Dengan memahami mekanisme di balik aktivitas vulkanik yang saling memicu, upaya mitigasi bencana dapat ditingkatkan. Pengetahuan ini juga membantu masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana untuk lebih waspada dan siap menghadapi potensi ancaman.

Bagikan: Facebook X WhatsApp