Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
BERITA

Banten Selatan dalam Ancaman: Sumur Ditegaskan BMKG sebagai Titik Rawan Bencana Ganda

Oleh Emanuel September 8, 2026 22 minutes lalu 0 komentar

Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini menjadi sorotan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyusul peringatan potensi bencana ganda yang mengintai wilayah tersebut. Ancaman tidak hanya datang dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, tetapi juga dari potensi gempa bumi dan tsunami yang diprediksi BMKG akan berpusat di sekitar kawasan ini.

BMKG secara spesifik menyoroti Kecamatan Sumur sebagai area yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya mitigasi bencana. Penekanan ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam sebuah kesempatan. Ia menjelaskan bahwa Sumur, selain berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau, juga berada di zona yang rentan terhadap gempa bumi dan potensi tsunami.

Lebih lanjut, Dwikorita Karnawati memaparkan bahwa ada tiga sumber utama bencana yang berpotensi mengancam wilayah Banten, khususnya Kecamatan Sumur. Ketiga sumber tersebut meliputi aktivitas Gunung Anak Krakatau, potensi gempa bumi yang bersumber dari zona Megathrust di segmen Enggano, dan ancaman tsunami yang dipicu oleh kedua fenomena tersebut.

“Kecamatan Sumur ini kan dekat sekali dengan Anak Krakatau. Tapi, yang perlu kita waspadai juga, di selatan Jawa, di Samudera Hindia, itu ada patahan atau sesar besar yang namanya Enggano Segmen megathrust. Itu berpotensi gempa bumi sangat besar,” ujar Dwikorita Karnawati pada Kamis (27/6/2024) lalu, seperti dikutip dari Kompas.com.

Ancaman yang datang dari segmen megathrust Enggano ini menjadi krusial karena mampu menghasilkan gempa bumi dengan magnitudo yang sangat besar. Potensi gempa bumi inilah yang kemudian dapat memicu gelombang tsunami yang signifikan di perairan selatan Banten.

Menyikapi potensi risiko yang ada, BMKG telah mengambil langkah konkret dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di Banten. Fokus utamanya adalah pada Kecamatan Sumur, di mana simulasi gempa dan tsunami telah beberapa kali dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat setempat. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan dampak jika bencana benar-benar terjadi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp